Tingginya Minat Childfree: Wacana Baru dalam Pandangan Keluarga
Arahan News - KOMPAS.com - Pembahasan tentang childfree atau pilihan hidup tanpa anak semakin sering muncul di ruang publik.
Psikolog menilai narasi ini dapat memengaruhi cara sebagian orang memandang keputusan memiliki anak.
Kehadiran wacana tersebut bahkan dapat memberi “izin psikologis” bagi orang yang sebelumnya merasa tertekan oleh norma sosial.
Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, S.Psi., mengatakan fenomena ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap keluarga. Hal itu ia sampaikan saat dihubungi Kompas.com pada Senin (2/3/2026).
Childfree mulai dikenal di ruang publik
Danti menjelaskan bahwa pilihan hidup tanpa anak sebelumnya jarang dibicarakan secara terbuka.
Norma sosial di masyarakat selama ini cenderung menganggap memiliki anak sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijalani.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan mengenai childfree mulai muncul di media dan ruang publik. Situasi ini membuat masyarakat semakin mengenal adanya pilihan tersebut.
Meskipun masih memunculkan perdebatan, keberadaan wacana ini memengaruhi cara sebagian orang melihat kehidupan keluarga.
Muncul “izin psikologis”
Lihat Foto
Menurut Danti, melihat orang lain menjalani hidup tanpa anak dapat memberikan efek psikologis tertentu.
Sebagian orang yang sebelumnya ragu menjadi merasa lebih berani mempertimbangkan pilihan tersebut.
“Ketika seseorang melihat orang lain bisa bahagia tanpa anak, hal itu memberikan ‘izin psikologis’ bagi mereka yang selama ini ragu namun merasa tertekan oleh norma sosial,” ujar Danti.
Kondisi ini membuat keputusan memiliki anak tidak lagi sepenuhnya dipengaruhi tekanan sosial.
Pilihan hidup semakin personal
Danti menilai perubahan ini menunjukkan bahwa cara pandang masyarakat terhadap keluarga mulai berkembang. Keputusan memiliki anak kini semakin dipandang sebagai pilihan pribadi.
Sebagian orang memilih tetap memiliki anak, sementara yang lain memilih jalan hidup yang berbeda.
Keputusan tersebut semakin dipertimbangkan berdasarkan kesiapan mental, kondisi hidup, dan tujuan pribadi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pembahasan tentang childfree ikut memengaruhi dinamika sosial di masyarakat.
Pilihan untuk memiliki anak atau tidak kini semakin dilihat sebagai keputusan yang bersifat personal.




