Timnas Austria Siap Hadapi Piala Dunia 2026 Setelah Skandal Gijon 1982
Arahan News - Sebelum Piala Dunia 2026, Austria sudah tujuh kali tampil di Piala Dunia sejak 1934 di Italia. Hasil terbaiknya adalah menjadi juara ketiga di Piala Dunia Swiss 1954.#kbanews
JAKARTA | KBA – Pada Piala Dunia 2026, Austria tergabung di Grup J bersama Yordania, Argentina, dan Aljazair. Austria akan memulai laga lawan Yordania di Stadion Levi’s, Santa Clara, California, Amerika Serikat pada 17 Juni.
Juara bertahan Argentina akan menjadi lawan kedua Austria pada 23 Juni di Stadion AT & T, Arlington, Texas, AS. Kemudian menutup pertandingan fase grup kontra Aljazair pada 28 Juni di Stadion Arrowhead, Kansas City, AS.
Berita Lainnya
Bukan Tentang Mahasiswa yang Kehilangan Kompas, Melainkan Mereka yang Merasa Paling Tahu Arah
Forum Aktivis NU Keluarkan Maklumat Cheng Hoo, Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi
Mengembalikan Ulama sebagai Navigator Nahdlatul Ulama
Menyambut 1 Muharram 1448 H: Semangat Hijrah untuk Menegakkan Keadilan dan Melawan Kedzaliman
Nobar Piala Dunia, Gemuruh Sabang sampai Merauke
Timnas Austria mendapat julukan Burschen (The Boys) atau Para Pemuda. Terinspirasi dari semangat permainan Austria yang sangat dinamis selayaknya para pemuda.
Burschen adalah bentuk jamak dari Bursche (Pria) dalam bahasa Jerman. Kata ini juga terkait dengan tradisi Austria mengenai semangat persatuan dan persaudaraan secara umum.
Dipimpin David Alaba
Melansir laman Federasi Sepakbola Austria (OFB), dari 25 pemain yang disiapkan ke Piala Dunia 2026, 21 di antaranya memperkuat klub di liga Eropa. Di luar Austria. Sebagian besar di Bundesliga Jerman.
Usia rata-rata pemain timmas Austria saat ini adalah 27,8 tahun.
Bek senior yang juga kapten David Alaba (33) kini bermain untuk Real Madrid. Sebelum memperkuat Real Madrid sejak 2021, Alaba bersinar di Bayern Munich selama 11 tahun (2010 – 2021).
Penyerang paling senior, Marco Arnautovic (36) kini memperkuat Red Star Belgrade (Liga Super Serbia). Dalam bahasa Serbia, Red Star Belgrade disebut FK Crvena Zvezda. Arnautovic adalah pemegang caps terbanyak timnas Austria sepanjang masa (129 caps). Dia mantan pemain Inter Milan, Werder Bremen, dan Stoke City (Liga Inggris).
Kiper nomor dua Patrick Pentz kini bermain untuk Brondby (Liga Super Denmark).
Pemain belakang Stefan Posch di Como 1907 (Serie A Italia). Phillipp Lienhart (SC Freiburg/Bundesliga Jerman), Kevin Danso (Tottenham Hotspur), Phillipp Mwene (Mainz 05/Bundesliga Jerman), Alexander Prass (TSG Hoffenheim/Bundesliga Jerman), Marco Friedle (Werder Bremen), Leopold Querfeld (Union Berlin/Bundesliga Jerman).
Ralf Rangnick
Pemain tengah Marcel Sabitzer (Borussia Dortmund), Florian Grillitsch (Braga/Liga Primer Portugal), Christoph Braumgartner (RB. Leipzig/Bundesliga Jerman), Konrad Laimer (Bayern Munich), Xaver Schlager (RB. Leipzig/Bundesliga Jerman), Nicolas Seiwald (RB. Leipzig).
Gelandang serang andalan Romano Schmid bermain di Werder Bremen. Patrick Wimmer (VFL Wolfsburg/Bundesliga Jerman), Marko Grull (Brondby/Liga Super Denmark).
Penyerang Michael Gregoritsch memperkuat Brondby (Liga Super Denmark) dan Raul Florucz (Union SG/Liga Super Belgia). Empat skuad lainnya bermain di klub Bundesliga Austria.
Sejak 29 April 2022, timnas Austria dipimpin pelatih asal Jerman, Ralf Rangnick (67). Dia adalah pelatih berpengalaman di beberapa klub Bundesliga Jerman. Rangnick merupakan pelatih interim di Manchester United sebelum diangkat menjadi pelatih timnas Austria.
Rangnick dikenal sebagai penemu taktik permainan Gegenpressing ala Jerman. Yaitu strategi permainan menekan balik lawan dengan tegangan tinggi saat kehilangan bola. Sehingga lawan tidak leluasa untuk menguasai bola dan mengendalikan permainan.
Taktik Gegenpressing ini kemudian dipraktikkan oleh pelatih asal Jerman pada umumnya. Termasuk Jurgen Klopp saat menjadi pelatih di Liverpool.
Juara Ketiga di Swiss
Rangnick sukses membawa Austria lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai juara grup di babak kualifikasi zona Eropa. Dalam delapan pertandingan di babak kualifikasi, Austria mencatat enam kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah.
Di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa yang ketat, Austria mengoleksi nilai 19. Dengan selisih gol 22 – 4 (+18).
Menyingkirkan Bosnia & Herzegovina, Rumania, Siprus dan San Marino.
Rangnick juga membawa Austria ke Piala Eropa 2024 di Jerman. Namun kandas di babak 16 besar setelah dikalahkan Turki (1-2).
Sebelum Piala Dunia 2026, Austria sudah tujuh kali tampil di Piala Dunia sejak 1934 di Italia. Hasil terbaiknya adalah menjadi juara ketiga di Piala Dunia Swiss 1954.
Piala Dunia 1954 adalah penampilan terbaik Austria sepanjang tujuh keikutsertaannya di Piala Dunia sejak 1934.
Dalam lima pertandingan, Austria hanya kalah sekali dari Jerman Barat (1-6) di semifinal.
Saat itu di fase grup Piala Dunia 1954, Austria mengalahkan Skotlandia (1-0). Menaklukkan Cekoslowakia (5-0). Kemudian mengalahkan tuan rumah Swiss (7-5) di perempatfinal.
Pada perebutan tempat ketiga, Austria menumbangkan Uruguay (3-1).
Skandal Gijon
Austria pernah membuat heboh dalam peristiwa yang dikenal dengan “Skandal Gijon” pada Piala Dunia Spanyol 1982. Ketika itu Austria dituduh “main mata” dengan sengaja mengalah dari Jerman Barat (0-1) pada laga terakhir fase grup. Tujuannya untuk menyingkirkan Aljazair.
Waktu itu jika Jerman Barat kalah atau imbang, maka Austria dan Aljazair yang akan lolos ke babak kedua.
Aljazair ketika itu sudah memainkan laga terakhir fase grup lawan Chili (menang 3-2) satu hari sebelum Austria bertanding lawan Jerman Barat.
Skandal Piala Dunia ini terjadi saat laga Austria versus Jerman Barat di Stadion El Molinon, Kota Gijon, Spanyol pada 25 Juni 1982. Sebab itu disebut skandal Gijon.
Karena skandal Gijon yang memunculkan protes inilah maka sejak Piala Dunia Meksiko 1986, FIFA menetapkan bahwa semua laga terakhir fase grup harus dilakukan pada hari dan jam yang sama. (kba)
Tags: Austria David Alaba Piala Dunia Piala Dunia 2026 Ralf Rangnick Skandal Gijon 1982 The Boys




