SPBU Swasta Terapkan Penggunaan Solar Dalam Negeri Mulai April 2026
Penghentian impor solar seiring beroperasinya kilang RDMP Balikpapan.
Red: Friska Yolandha
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Petugas SPBU membersihkan mesin pengisian BBM di SPBU Shell, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan SPBU swasta yang kehabisan stok BBM dapat menjalin kerja sama pasokan dengan PT Pertamina (Persero) melalui skema business-to-business (B2B) tanpa menambah biaya baru.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta akan menggunakan solar dalam negeri yang dibeli dari Pertamina mulai April 2026.
“Iya (sudah memesan solar dari Pertamina). Nanti rencananya April sudah harus menggunakan solar dalam negeri,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dijumpai di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga
Ketua PT Bandung: Tiga Orang Diamankan dalam OTT KPK PN Depok
BI Catat Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 154,6 Miliar di Januari 2026
BSI Putuskan tak Bagikan Dividen 2025, Fokus Perkuat Modal
Laode mengungkapkan sudah melakukan sejumlah pertemuan dengan badan usaha pengelola SPBU swasta dan Pertamina guna membahas pembelian solar dari perusahaan pelat merah tersebut.
Terdapat poin-poin yang harus disiapkan oleh Pertamina pada masa transisi ini, seperti penyediaan loading port atau pelabuhan muat yang memadai, kargo yang disesuaikan dengan volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha, serta spek bahan bakar murni atau base fuel solar yang disesuaikan dengan permintaan badan usaha.
Berbagai poin itu didiskusikan dalam pertemuan antara Laode dengan badan usaha pengelola SPBU sebagai langkah mitigasi, sehingga pada April diharapkan tidak terjadi krisis yang terkait pembelian solar dalam negeri.
“Spek solar harus dibahas, kalau tidak nanti terjadi seperti tahun lalu, soal base fuel (bahan bakar murni),” ujar Laode.
Adapun kejadian yang disinggung oleh Laode adalah penolakan Vivo terhadap base fuel untuk BBM jenis bensin yang diimpor oleh Pertamina pada akhir tahun 2025 . Penolakan tersebut disebabkan base fuel yang diimpor Pertamina mengandung etanol.
Permasalahan itu berhasil diatasi, sehingga Vivo membeli BBM jenis bensin dari Pertamina pada akhir tahun 2025 untuk menjalankan operasional SPBU-nya.
Pembelian BBM dari Pertamina berlangsung pada kuartal akhir 2025, sebab kuota impor BBM SPBU bernuansa biru itu habis sebelum tahun 2025 berakhir.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, akan menyetop impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta pada 2026.
Apabila masih terdapat kargo-kargo solar yang masuk ke Indonesia ada bulan Januari atau Februari, lanjutnya, maka solar tersebut merupakan sisa impor 2025.
“Tetapi tahun ini, Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena kita punya kilang sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan impor,” ujar Bahlil.
Kilang yang dimaksud adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur.
RDMP Kilang Balikpapan memungkinkan kilang tersebut mengelola hingga 360 ribu barel per hari. Kapasitas itu setara dengan 22–25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.
Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun, dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun.
Ketika disinggung soal SPBU swasta yang akan membeli solar dari Pertamina, Bahlil pun mengiyakan.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
sumber : ANTARA
Advertisement
solar dalam negeri
SPBU swasta
Pertamina
Kementerian ESDM
impor solar
RDMP Balikpapan
energi nasional
BBM
solar
Berita Terkait
Ekonomi - 08 March 2026, 15:00
DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Ekonomi - 08 March 2026, 14:14
Harga Minyak Dunia Dekati 93 Dolar AS, Kebijakan Harga BBM Kian Tertekan
Ekonomi - 04 March 2026, 10:05
Bahlil Bicara Nasib Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Ekonomi - 02 March 2026, 13:45
Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Amankan Suplai Minyak Non-Timur Tengah
Ekonomi - 21 February 2026, 03:51
Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70 Persen
Ekonomi - 13 February 2026, 20:36
Target 100 Juta Ton, PTBA dan MIND ID Siapkan Lompatan Besar Energi Nasional
Resumatra - 11 February 2026, 18:16
Badan Geologi Ungkap 11 Indikasi Sinkhole Tipe Situjuah di Sumbar
Ekonomi - 11 February 2026, 14:48
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman Meski SPBU Shell Sempat Kosong
Berita Lainnya
Ameera - Selasa , 10 Mar 2026, 21:33 WIB
Kasus Diabetes Tipe 2 di Indonesia Terus Meningkat, Perlu Upaya Pencegahan dan Akses Terapi
Ameera - Selasa , 10 Mar 2026, 20:02 WIB
Disney Adventure Memulai Pelayaran Perdananya di Singapura
Ameera - Selasa , 10 Mar 2026, 18:23 WIB
Ketua Kemala Run Pastikan Kesiapan Rute dan Venue Kemala Run 2026 di Bali
Ameera - Selasa , 10 Mar 2026, 16:17 WIB
Perut Buncit dan Keras Bisa Jadi Sinyal Kanker Ginjal pada Anak
Ameera - Selasa , 10 Mar 2026, 13:14 WIB
Mencekam! Rumah Rihanna Dihujani 10 Tembakan




