Serangan Militer AS di Bawah Kepemimpinan Donald Trump: Tujuh Negara Target
Arahan News - Dalam setahun terakhir, Presiden Donald Trump meningkatkan intensitas serangan militer Amerika Serikat (AS) di tujuh negara, terutama di kawasan Timur Tengah, yang memicu perhatian internasional atas eskalasi konflik global.
Awal Kejadian
Sejak awal 2025 hingga awal 2026, AS melancarkan operasi militer dengan berbagai alasan, termasuk penindakan terhadap kelompok bersenjata dan respons terhadap ancaman terhadap kepentingan AS serta sekutunya.
Perkembangan
Iran menjadi negara terbaru yang diserang dalam operasi gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan ini ditujukan untuk mencegah dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Teheran, yang mencakup serangan terhadap fasilitas nuklir serta struktur kepemimpinan penting Iran. Sebelumnya, pada 22 Juni, AS juga menyerang tiga situs nuklir utama Iran, yang diperkirakan menghambat program nuklir negara tersebut selama dua tahun. Selain itu, pada akhir Desember 2025, AS mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas dermaga di Venezuela, yang diduga digunakan untuk perdagangan narkoba dan penyelundupan ke AS. Ini terjadi di tengah meningkatnya keterlibatan militer AS di kawasan Laut Karibia.
Kondisi Terakhir
Serangan di Iran dan Venezuela menjadi bagian dari strategi militer AS yang lebih luas di bawah kepemimpinan Trump, yang terus meningkatkan operasi di berbagai titik panas dunia.




