SD Muhammadiyah 4 dan UMM Luncurkan Pembelajaran Mixed Reality untuk Kelas Internasional
Sumber Foto: Kompasiana.com
Teknologi

SD Muhammadiyah 4 dan UMM Luncurkan Pembelajaran Mixed Reality untuk Kelas Internasional

SD Muhammadiyah 4 (SD Mupat) Kota Malang, bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), meluncurkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi terkini Mixed Reality (MR) untuk menyiapkan kelas bertaraf internasional yang imersif, inklusif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21.

"Kolaborasi ini memungkinkan guru dan siswa SD Mupat merasakan pengalaman belajar yang lebih hidup dan kontekstual, sekaligus mengembangkan kompetensi bahasa Inggris secara alami," ujar Rina Wahyu Setyaningrum, dosen UMM yang memimpin program kolaborasi ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Mupat, Hana Ayudah menyampaikan, "Bersama UMM, kami tidak hanya terinspirasi untuk mengintegrasikan teknologi, tapi juga strategi pedagogi sehingga pembelajaran menjadi lebih inklusif dan menyenangkan."

Inovasi ini sebelumnya diawali dengan pengenalan teknologi Virtual Reality (VR), dan kini diperluas dengan teknologi MR dengan platform Gather Town, yang memungkinkan interaksi kolaboratif serta menyerupai situasi di kehidupan nyata. Fitur proximity memastikan komunikasi tetap nyaman dan aman, mendorong keberanian berbahasa bagi guru maupun siswa.

Pelatihan bagi guru, seperti yang dilaksanakan pada tanggal 7 November lalu, mencakup aspek teknis pemanfaatan teknologi MR sekaligus strategi pedagogis, sehingga teknologi dan metode belajar berjalan bersama secara sinergis. Salah satu guru, Dzul Qornain, menambahkan, "Dengan dukungan UMM, pembelajaran MR ini menjadi inovasi yang dapat dengan fleksibel diakses oleh siswa melalui HP dan headset, serta berpotensi menjadi unggulan di SD Mupat."

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam mentransformasikan pendidikan dasar menuju standar internasional yang adaptif, inovatif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.