Saham Teknologi Dorong Penguatan Wall Street
Sumber Foto: Kompas.com
Teknologi

Saham Teknologi Dorong Penguatan Wall Street

Arahan News - Kompas.com, 26 Februari 2026, 07:39 WIB

Add on Google

Erlangga Djumena

Editor

Lihat Foto

Ilustrasi Wall Street, bursa saham AS New York Stock Exchange. (UNSPLASH/DAVID VIVES)

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Saham-saham di Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (25/2/2026) waktu setempat (Kamis pagi WIB), didukung oleh Nvidia dan Oracle, seiring pasar melanjutkan kenaikan dari sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,81 persen pada 6.946,13, sementara Nasdaq Composite menguat 1,26 persen ke posisi 23.152,08. Dow Jones Industrial Average bertambah 307,65 poin atau 0,63 persen menjadi 49.482,15.

Saham Nvidia naik 1,4 persen menjelang laporan keuangannya yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan pasar, bersamaan dengan laporan dari raksasa perangkat lunak Salesforce dan Snowflake.

Laporan Nvidia hadir di tengah investor yang mulai menyesuaikan kembali valuasi tinggi saham teknologi serta meningkatnya skeptisisme terhadap belanja modal AI yang besar dari perusahaan hyperscaler.

Baca juga: Wall Street Menghijau, Saham AI Pimpin Reli

“Apakah kepercayaan pasar ini dapat bertahan dalam beberapa hari ke depan sebagian akan bergantung pada laporan laba NVIDIA,” tulis Ulrike Hoffmann-Burchardi, chief investment officer untuk kawasan Amerika dan kepala global ekuitas di UBS, dalam sebuah catatan.

“Dengan hyperscaler mengumumkan peningkatan belanja modal dalam beberapa pekan terakhir, pasar memperkirakan produsen chip ini akan membukukan proyeksi pendapatan di atas konsensus disertai pertumbuhan penjualan yang kuat,” tambah dia.

Michael Rosen, chief investment officer di Angeles Investment Advisors, mengingatkan agar investor tidak bertaruh melawan CEO Jensen Huang, dengan mengatakan bahwa ia memainkan kartunya dengan sangat baik.

Ia juga melihat reli terbaru saham tersebut—yang mencatat kenaikan empat hari berturut-turut—sebagai peluang ambil untung bagi sebagian pelaku pasar di Wall Street.

Saham Oracle, yang juga bergerak di sektor kecerdasan buatan, melonjak 1 persen dan memimpin penguatan lanjutan saham perangkat lunak setelah mendapat peningkatan peringkat (upgrade) dari Oppenheimer, yang menilai profil risiko-imbal hasilnya menarik setelah koreksi sebelumnya.

Sektor perangkat lunak memperpanjang reli dari sesi sebelumnya, ketika iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) naik hampir 2 persen. Pada Rabu, dana tersebut melonjak 3 persen, didorong penguatan saham seperti Palantir Technologies dan Microsoft.

Rosen menilai kekhawatiran investor terkait perangkat lunak dan AI “sedikit berlebihan.”

“Pasar, menurut saya, bergerak dari sekadar memasukkan semuanya ke dalam satu kategori dan mendorongnya naik, menjadi lebih selektif dalam menilai perusahaan mana yang lebih siap dibanding yang lain,” ujarnya.

Rosen juga mengatakan bahwa fase pasar “jual dulu, tanya belakangan” kini telah bergeser ke fase “tanya belakangan,” di mana “segala sesuatunya mungkin tidak semenakutkan sebelumnya.”

Pada Selasa, indeks-indeks utama Wall Street menguat setelah kekhawatiran tentang disrupsi AI di berbagai industri mereda. Saham perangkat lunak dan keamanan siber mencatat reli teknikal setelah Anthropic meluncurkan konektor dan plug-in baru untuk alat pekerja pengetahuannya, Claude Cowork, yang memungkinkan perusahaan menghubungkan alat AI tersebut dengan aplikasi yang sudah ada seperti Google Drive.

Secara terpisah, investor pekan ini juga mencermati ketegangan antara AS dan Iran. Pada akhir pekan lalu, Presiden Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif global hingga 15 persen, namun pada Selasa diberlakukan tarif 10% untuk impor global.

Dalam pidato kenegaraan (State of the Union) pada Selasa malam, Trump memaparkan kondisi ekonomi yang menurutnya kuat. Ia juga mengumumkan proposal untuk memberikan pekerja akses ke rekening pensiun yang didukung pemerintah serta kembali menyerukan larangan bagi investor institusi besar membeli rumah tapak (single-family homes).

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke Level 8.322, Mayoritas Saham Hijau

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

saham

Wall Street

tarif trump

Lihat Money Selengkapnya

Petrosea (PTRO) Caplok 55 Persen Saham Vista Maritim Asia

BEI Gembok Saham MYTX, POLI, dan SKBM

IPOT Mudahkan Investor Pantau Akumulasi dan Distribusi Saham Tanpa Delay

Grup Salim Pangkas Kepemilikan Saham CBDK, Kini Tersisa 0,93 Persen

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Industri Batu Bara RI-China Perkuat Kerja Sama Teknologi dan Tambang Hijau

Energi

13/05/2026, 22:01 WIB

Lindungi Petani, Pemerintah Belum Bisa Pungut Bea Ekspor Kelapa Bulat

Ekbis

13/05/2026, 21:15 WIB

Pameran Produk Mamin, SIAL Interfood akan Diikuti Peserta dari 25 Negara

Ekbis

13/05/2026, 21:11 WIB

Indonesia Bidik Pasar Industri Satelit Asia Pasifik

Ekbis

13/05/2026, 21:00 WIB

Blibli (BELI) Gandeng HAKII, Perkuat Pasar Audio Wearable di Indonesia

Belanja

13/05/2026, 20:37 WIB

7 Kriteria Orang Kelas Ekonomi Menengah Atas, Apa Saja?

Keuangan

13/05/2026, 20:30 WIB

Ancaman Phishing Meningkat, Investor Prioritaskan Keamanan Platform Trading

Cuan

13/05/2026, 20:28 WIB

70 Persen Kasus Kanker Payudara Terlambat Terdeteksi, Biaya Pengobatan Jadi Tantangan

Keuangan

13/05/2026, 20:25 WIB

Garuda Indonesia Group Terbangkan 5,42 Juta Penumpang pada Kuartal I 2026

Ekbis

13/05/2026, 20:17 WIB

Pabrik Mineral Langka di Bangka Disebut Bisa Dongkrak Ekonomi

Ekbis

13/05/2026, 20:14 WIB

Antam (ANTM) Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Ekbis

13/05/2026, 20:09 WIB

Warga RI Hadapi Upaya Scam Sekali Seminggu, Total Kerugian Capai Rp 9,1 Triliun

Ekbis

13/05/2026, 20:00 WIB

Rupiah Anjlok, Apindo Sebut Beban Industri dan Risiko PHK Meningkat

Ekbis

13/05/2026, 19:55 WIB

MSCI Coret 19 Saham RI, OJK Sebut Jadi Momentum Reformasi Pasar Modal

Cuan

13/05/2026, 19:50 WIB

BGN Pastikan Relawan SPPG Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Ekbis

13/05/2026, 19:21 WIB

1

2

3

Next

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app