Purbaya Optimalkan Belanja Pemerintah dan Investasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Sumber Foto: VIVA.co.id
Nasional

Purbaya Optimalkan Belanja Pemerintah dan Investasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, salah satu tantangan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8 persen, adalah dengan memastikan bahwa perekonomian dalam negeri bisa tumbuh kuat dan stabil.

Sebab menurutnya, perekonomian nasional itu 90 persennya bergantung pada ekonomi dalam negeri, sementara 10 persen sisanya merupakan pengaruh eksternal yang berasal dari aspek global.

"Karena perekonomian nasional itu 90 persennya tergantung kepada ekonomi dalam negeri, yang 10 persennya (aspek) global," kata Purbaya di acara 'Apa Kabar Indonesia Pagi' di TvOne, Jumat, 20 Februari 2026.

Dengan demikian, Purbaya mengaku bahwa untuk memastikan bahwa ekonomi nasional bisa berjalan dengan baik dan kuat, maka kinerja mesin -mesin penggeraknya pun harus dioptimalkan.

Mesin-mesin tersebut yakni seperti belanja pemerintah dan investasi sektor swasta. Apabila kedua mesin itu bisa bekerja secara serempak dan optimal, Purbaya meyakini bahwa perekonomian nasional setidaknya bisa mudah untuk tumbuh mencapai angka 6 persen.

"Dalam 20 tahun terakhir ini, ekonomi kita itu mesin pertumbuhannya selalu pincang. Saya pikir kalau saya balikin ke zamannya Pak SBY saja (memacu sektor swasta), 6 persen sudah di tangan," kata Purbaya.

"Lalu kalau ditambah stimulus dari gaya pemerintahan Pak Jokowi, pasti (ekonomi tumbuh) lebih dari 6 persen," ujarnya.

Karenanya, Purbaya memastikan bahwa kedua mesin perekonomian nasional, yakni belanja pemerintah dan kinerja sektor swasta itu, setidaknya harus bisa berjalan beriringan. Hal itu harus dilakukan sambil menjaga pasar dalam negeri, agar bisa memberikan ruang bagi para pengusaha domestik untuk berusaha.

"Jadi kalau saya bisa memastikan yang 90 persen (ekonomi) dalam negeri bekerja dengan baik, mesinnya dua-duanya jalan, marketnya betul-betul dijaga untuk orang pengusaha domestik saja, saya enggak peduli yang 10 persen. Saya bisa bilang, 'Global economy? I don't care'. Maka kita mesti jaga yang dalam negeri," kata Purbaya.

"Tapi bukan saya bilang atau saya berdoa (ekonomi) luar harus hancur, bukan. Tapi kita mesti punya pegangan bahwa kalau kita jaga ekonomi dan domestic demand, global ekonomi morat-marit pun kita masih sehat," ujarnya.