Prabowo Ajak 12 Raksasa Investasi Global Tingkatkan Kerja Sama dengan Indonesia
Sumber Foto: Liputan6.com
Internasional

Prabowo Ajak 12 Raksasa Investasi Global Tingkatkan Kerja Sama dengan Indonesia

Arahan News - Perbesar

Ketik per

Cari

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto bertemu langsung dengan 12 perusahaan investasi terbesar dunia dalam sebuah pertemuan di Washington DC, Jumat, 20 Februari 2026. Pada pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu, Presiden Prabowo memaparkan kebijakan Indonesia ke depan.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan total aset kelolaan (asset under management/AUM) dari 12 perusahaan yang hadir mencapai sekitar USD 16 triliun. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memaparkan arah kebijakan Indonesia ke depan, khususnya langkah-langkah untuk memperkuat iklim investasi dan menjaga stabilitas ekonomi dan politik.

“Diskusinya tadi cukup panjang, kurang lebih hampir dua jam dari tadinya hanya diperkirakan satu jam karena diskusinya very fruitful, very productive,” ujar Rosan kepada media usai pertemuan, dikutip dari keteranagn resmi, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Rosan, setelah paparan Prabowo, pertemuan dilanjutkan dengan sesi one on one bersama masing-masing perusahaan. Para investor memberikan masukan, termasuk terkait konsistensi kebijakan, rule of law, pengembangan pasar modal, serta pengelolaan risiko yang terukur. Ia menyebut, para investor juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.

"Mereka juga menyatakan dan memuji kebijakan-kebijakan Bapak Presiden yang selama ini sudah dilakukan yang membuat mereka sekarang melihat Indonesia itu lebih besar,” kata Rosan.

Dalam kesempatan itu, menurut Rosan, Prabowo menyampaikan pesan kunci Indonesia tidak lagi dipandang sebagai negara dengan potensi yang tertidur.

"Bapak Presiden menyampaikan di awal bahwa selama ini mungkin Indonesia dikenalnya as a sleeping giant, tapi we’re not sleeping anymore. Now is time kita bangun dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan perekonomian di Indonesia,” ujar Rosan mengutip pernyataan Prabowo.

Potensi Kerja Sama

Rosan menambahkan, dari diskusi tersebut muncul sejumlah potensi kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain teknologi, energi terbarukan (renewable energy), infrastruktur, real estate, serta ekonomi digital. Harapannya, kerja sama itu juga mencakup transfer of knowledge. Selain itu, ada pula ketertarikan investor untuk mendukung pengembangan kewirausahaan dan dunia usaha di Indonesia.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan, para investor menunjukkan minat kuat tidak hanya untuk berinvestasi, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang dengan membuka kantor langsung di Indonesia. “Karena bahasa mereka boots on the ground itu sangat penting dan mereka sangat apresiasi Bapak Presiden bisa menerima mereka semua,” kata Pandu.

Ia menyebut para CEO tersebut datang langsung dari berbagai pusat keuangan dunia, mulai dari Los Angeles, New York, London, hingga Eropa, untuk berdiskusi langsung dengan Prabowo. Menurut Pandu, penguatan pasar modal dan confidence building menjadi salah satu topik utama. Para investor, kata dia, sangat mengapresiasi penekanan Prabowo pada penguatan sistem hukum dan kepastian hukum.

“Mereka sangat apresiasi bahasa yang Bapak Presiden tekankan mengenai penguatan legal system, certainty of legal system, dan juga mereka sangat apresiasi juga bahwa ada pembentukan Danantara yang Bapak Presiden inisiasikan,” ujarnya.

Ia pun menyebut sejumlah investor di sektor-sektor seperti energi transisi, infrastruktur, teknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan, bahkan sudah melakukan pembahasan lebih lanjut di pertemuan itu sehingga bukan hanya sekadar diskusi.