Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal IV 2025 Capai 5,39%, Tertinggi Kedua di G-20
Sumber Foto: Infobanknews
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal IV 2025 Capai 5,39%, Tertinggi Kedua di G-20

Poin Penting

Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai 5,11 persen (yoy) dan 5,39 persen di kuartal IV, tertinggi kedua di G-20 setelah India (7,4 persen).

Di saat proyeksi ekonomi global dariIMF, World Bank, dan Organisation for Economic Co-operation and Development berada di kisaran 2,9–3,1 persen, ekonomi RI tetap solid di atas 5 persen

Pertumbuhan ditopang konsumsi rumah tangga 4,98 persen, konsumsi lembaga 5,13 persen, investasi 5,09 persen, serta lonjakan belanja modal pemerintah 44,2 persen.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year /yoy), dengan pertumbuhan kuartal IV sebesar 5,39 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi kedua di antara negara-negara G-20, setelah India yang tumbuh 7,4 persen.

Menurut Airlangga, kinerja tersebut diraih di tengah pertumbuhan ekonomi global yang cenderung stagnan di level 3 persen. Bahkan, proyeksi tahun ini dari International Monetary Fund (IMF), World Bank, dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan ekonomi global sedikit melambat di kisaran 2,9–3,1 persen.

Baca juga: Purbaya Pede Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tumbuh 5,6 Persen

“Indonesia di antara negara G-20 di kuartal ke IV adalah nomor dua, sesudah India yang 7,4 persen. Kalau kita lihat pertumbuhan kita yang secara year-on-year 5,11 persen,” kata Airlangga dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat, 13 Februari 2026.

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen. Hal ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga yang terjaga, serta peningkatan mobilitas masyarakat saat momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Baca juga: Kemandirian Ekonomi dalam Bayang-Bayang Risiko Sistemis

Selain itu, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga tumbuh 5,13 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas sosial dan respons kebijakan kebencanaan. Dari sisi investasi, realisasi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 5,09 persen, sementara belanja modal pemerintah melonjak 44,2 persen.

“Kemudian belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi Berperan menjaga permintaan domestik serta menjadi shock absorber terhadap risiko perlambatan ekonomi,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Tags: ekonomi G20 Menko Airlangga Hartarto

Previous Post

Fantastis! BI Siapkan Ratusan Triliun Rupiah untuk Kebutuhan Uang Tunai Lebaran

Next Post

Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Mulai 18 Februari, Bagaimana Pemerintah?

Related Posts

Market Update

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

March 16, 2026

Moneter dan Fiskal

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

March 16, 2026

Moneter dan Fiskal

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

March 17, 2026

Info Anda

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

March 16, 2026