Sensus Ekonomi 2026 Penting untuk Memetakan Perubahan Ekonomi Indonesia
Sumber Foto: Bisnis.com - Ekonomi
Ekonomi

Sensus Ekonomi 2026 Penting untuk Memetakan Perubahan Ekonomi Indonesia

Arahan News - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dipandang sebagai momen penting dalam memetakan perubahan perekonomian Indonesia, yang kini terpengaruh oleh ekonomi digital, usaha rumahan, dan pekerjaan berbasis platform.

Awal Kejadian

Sensus Ekonomi 2026 direncanakan berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Peneliti dari Global Research on Economics, Advance Technology, and Politics (Great) Institute, Trisha Devita, menyatakan bahwa sensus ini lebih dari sekadar menghitung jumlah perusahaan atau pelaku usaha. Ia berfungsi sebagai fondasi bagi pemerintah untuk memahami perubahan struktur ekonomi nasional.

Perkembangan

Menurut Trisha, data dari Sensus Ekonomi membantu pemerintah dalam memahami perkembangan kegiatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pola kerja masyarakat, serta wilayah yang memerlukan dukungan pembangunan lebih besar. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko dibangun berdasarkan asumsi yang tidak mencerminkan realitas masyarakat.

Great Institute menekankan bahwa pembaruan data ekonomi mendesak dilakukan, mengingat struktur ekonomi Indonesia telah berubah signifikan dalam satu dekade terakhir. Aktivitas ekonomi kini meluas tidak hanya di pabrik atau toko, tetapi juga melalui rumah tinggal, media sosial, dan platform digital. Oleh karena itu, usaha rumahan dan pekerja mandiri perlu dicatat dalam sensus.

Kondisi Terakhir

Sensus Ekonomi 2016 mencatat sekitar 26,7 juta usaha nonpertanian di Indonesia, meningkat dari 22,7 juta unit pada Sensus Ekonomi 2006, menunjukkan perluasan aktivitas ekonomi yang perlu dipetakan secara berkala. Namun, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menghadapi tantangan, termasuk masyarakat yang ragu memberikan informasi karena khawatir data akan digunakan untuk kepentingan perpajakan. Great Institute mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam sensus, karena kualitas data ekonomi nasional sangat bergantung pada kontribusi mereka.