Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Sumber Foto: RM.ID
Nasional

Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Dark/Light Mode

A+ A-

RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan penggunaan produk dan jasa industri nasional, serta mendorong kenaikan nilai tambah industri manufaktur.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat nilai tambah industri manufaktur nasional.

Menurut Agus, penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar soal preferensi belanja, melainkan instrumen strategis untuk memperdalam struktur industri, memperkuat keterkaitan hulu dan hilir, serta memastikan nilai tambah ekonomi tercipta di dalam negeri.

Agus mengatakan, hasil studi menunjukkan bahwa setiap belanja sebesar 1 rupiah terhadap produk dalam negeri, mampu menghasilkan dampak ekonomi hingga 2,2 rupiah.

Baca juga : Gerindra, Partai Paling Terbuka Dan Transparan

“Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan produk dalam negeri memberikan efek berganda yang besar dan berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Menurutnya, penguatan P3DN sejalan dengan kinerja positif industri manufaktur nasional sebagai penggerak utama perekonomian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,58 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan III-2025. Melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 17,39 persen.

Selain itu, kinerja industri manufaktur Indonesia juga memperoleh pengakuan global.

Baca juga : Rekonstruksi Sebaiknya Diikuti Rehabilitasi Kawasan

Berdasarkan data World Bank dan United Nations Statistics, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada 2024 mencapai 265,07 miliar dolar AS atau sekitar Rp 4.426 triliun.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia, ke-5 di Asia dan peringkat pertama di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Agus menegaskan, capaian tersebut mencerminkan kuatnya struktur industri nasional. Karena itu, kebijakan P3DN terus diperkuat untuk menjaga nilai tambah tetap berada di dalam negeri, memperkuat keterkaitan hulu-hilir industri, serta meningkatkan daya saing manufaktur secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, sebanyak 89.872 produk dari lebih 15.900 perusahaan telah memperoleh sertifikasi TKDN.

Baca juga : BRI Perkuat Tata Kelola Dan Akselerasi Kinerja

Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementerian Perindustrian Heru Kustanto menyatakan, petunjuk teknis penghitungan TKDN merupakan amanat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025, khususnya Pasal 13 dan Pasal 17, yang memberikan kewenangan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian untuk menetapkan tata cara penghitungan nilai TKDN barang dan jasa industri.

Heru mengatakan, ketentuan tersebut terus disosialisasikan kepada pelaku usaha.

Selanjutnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Agus Gumiwang Kartasasmita

Industri Manufaktur

TKDN

P3dn

Produk Dalam Negeri

Pertumbuhan ekonomi nasional

Business Matching Produk Dalam Negeri 2025

Berita Lainnya

Gulat Mulai Dipertandingkan, Indonesia Nangguk 1 Emas Dan 3 Perak

Zona Sport

Dearly Djoshua, Diputusin Ari Lasso Melalui Instagram

Bibir Mer

Demi RI Masuk 4 Besar Ekonomi Dunia, Presiden Tindak Tegas Pejabat Yang Nakal

Government Action

Pemerintah Waspada Dan Lakukan Modifikasi Cuaca, Indonesia Dikepung 3 Siklon

Nasional

Presiden Jenguk Ke Rumah Sakit, Keluarga Korban Mobil MBG Nangis Terharu

Nasional

Target Penerimaan Pajak Masih Jauh, Anak Buah Purbaya Panggil Konglomerat

Ekonomi Bisnis