Pengangguran Tinggi di Gresik Meski Banyak Perusahaan
Sumber Foto: surabayapost.id
Arah Kebijakan

Pengangguran Tinggi di Gresik Meski Banyak Perusahaan

Arahan News - Gresik menghadapi ironi dengan lebih dari 2.000 perusahaan beroperasi di berbagai sektor industri, namun tingkat pengangguran tetap tinggi, mencapai sekitar 6 persen. Meskipun angkatan kerja di daerah ini mencapai 735 ribu orang, masih terdapat puluhan ribu individu yang belum terserap dalam pasar kerja.

Awal Kejadian

Pemerintah daerah mengklaim keberhasilan pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan yang terlihat, namun kenyataannya program-program yang dicanangkan tidak menyentuh akar masalah pengangguran. Kebijakan yang ada, seperti program pelatihan kerja dan job fair, tidak berhasil meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan industri.

Perkembangan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, meskipun ada kebijakan kuota 60 persen untuk tenaga kerja lokal, banyak perusahaan masih kesulitan menemukan tenaga kerja yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Pelatihan yang disediakan tidak berbasis pada kebutuhan riil industri dan kurikulum yang ada tidak sinkron. Hal ini menyebabkan lulusan pelatihan tetap tidak sesuai dengan ekspektasi industri.

Kondisi Terakhir

Pemerintah daerah lebih fokus pada menarik investasi dibanding mempersiapkan tenaga kerja lokal. Akibatnya, meskipun investasi meningkat, masyarakat setempat ketinggalan dalam mendapatkan manfaat dari pertumbuhan industri. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan perubahan arah kebijakan dengan mengedepankan sinkronisasi pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta melakukan audit terhadap perusahaan untuk memastikan komitmen penyerapan tenaga kerja lokal.