Penerbangan Perdana SOA: Solusi Transportasi untuk Masyarakat Perbatasan Malinau
Sumber Foto: InfoPublik
Sosial

Penerbangan Perdana SOA: Solusi Transportasi untuk Masyarakat Perbatasan Malinau

Malinau, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Malinau resmi melepas penerbangan perdana program subsidi ongkos angkut orang (SOA) tujuan Apau Kayan, pada Jumat (20/2/2026), di Bandar Udara RA Bessing.

Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menyampaikan penerbangan perdana ini mengangkut 11 penumpang dan menjadi awal pelaksanaan program subsidi transportasi udara tahun 2026 yang dilayani oleh Susi Air.

“Hari ini kita melepas penerbangan perdana subsidi ongkos angkut orang ke Apau Kayan. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah agar masyarakat di pedalaman dan perbatasan bisa terlayani secara terjadwal,” ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat enam wilayah yang akan dilayani secara rutin, dengan jadwal penerbangan dua hingga empat kali dalam seminggu, menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah bersama pihak maskapai telah membangun komunikasi intensif untuk memastikan program ini berjalan optimal.

Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Malinau yang lebih dari 90 persen wilayahnya merupakan kawasan hutan menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur darat.

Untuk itu, transportasi udara menjadi solusi utama untuk membuka keterisolasian wilayah perbatasan.

“Kita tidak mengajarkan masyarakat untuk selalu bergantung pada subsidi. Namun dengan kondisi geografis Malinau, akses darat sangat terbatas. Transportasi udara menjadi satu-satunya pilihan yang bisa diandalkan,” jelasnya.

Program subsidi ini diharapkan mampu menekan harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan yang selama ini sangat tinggi akibat ketergantungan distribusi dari Malaysia.

Sebelumnya, harga sembilan bahan pokok di kawasan perbatasan bisa mencapai lebih dari 500 persen dibandingkan harga di perkotaan.

“Dengan adanya subsidi angkutan ini, kita harapkan harga sembako bisa lebih terjangkau, meskipun tetap ada selisih karena biaya operasional,” tambahnya.