Pemerintah Buka Impor Etanol untuk Dukung Campuran BBM Demi Ketahanan Energi
Arahan News - | | 1862 Tampilan
Pertamina mulai jualan produk BBM dicampur etanol sejak dua tahun lalu (Foto/Dok/Dunia Energi)
JAKARTA – Pemerintah memiliki ambisi besar untuk menurunkan impor BBM yang selama ini menggerus keuangan negara. Salah satu caranya adalah dengan mencampur bensin dengan Bahan Bakar Nabati (BBN) dalam hal ini etanol.
Namun menjadi ironi ketika ambisi tersebut dikejar justru dengan membuka keran selebar-lebarnya impor etanol dalam perjanjian dengan Amerika Serikat yang diteken langsung oleh Prabowo Subianto dan Donald Trump.
Pemerintah beralasan kemampuan produksi etanol dalam negeri belum mampu untuk memenuhi kebutuhan pencampuran etanol dan BBM yang jadi program pemerintah. “Tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru yang ada di Indonesia. Namun sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk di impor dari Amerika,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat malam (20/2).
Menurut Bahlil penggunaan etanol adalah salah satu strategi untuk mendorong ketahanan energi dan kedaulatan energi. Adapun keran impor dibuka sampai kemampuan untuk memasok dalam negeri sudah mumpuni. “Sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi. Ini parallel saja sebenarnya, parallel saja biasa,” ungkap dia.
Berdasarkan data Kementerian ESDM yang disampaikan Bahlil sebelumnya, Indonesia memproduksi bensin sekitar 14,27 juta kiloliter (KL) pada 2025, sedangkan kebutuhan bensin Indonesia mencapai 37,3 juta KL. Kesenjangan tersebut menyebabkan Indonesia perlu mengimpor bensin sekitar 23,03 juta KL.
Kebutuhan bensin Indonesia akan terus meningkat hingga menyentuh 40 juta KL, sementara itu produksi Indonesia diproyeksikan masih berada di kisaran 14 juta KL.
Hingga kini baru Pertamina yang terlihat sedang menyiapkan industri etanol. Pada awal tahun ini PT Pertamina dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berencana akan membangun pabrik bioetanol berkapasitas produksi 30 ribu kiloliter (KL) per tahun di kawasan Pabrik Gula Glenmore Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Pabrik bioetanol tersebut diproyeksikan menghasilkan 30 ribu kiloliter bioetanol per tahun dengan bahan baku berbasis tebu. (RI)
Amerika bbm bbn Breaking News etanol headline impor
Tinggalkan Balasan
Komentar
Nama *
Email *
Situs Web
Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses
Baca Juga
Zarubezhneft, Perusahaan Asal Rusia Pastikan Lanjutkan Proyek di Blok Tuna
Migas 15/05/2026
Bank BUMN Siap Talangi Transaksi Minyak Sumur Rakyat
Migas 15/05/2026
Dua Kapal Gas Raksasa Pertamina Patra Niaga Topang Distribusi LPG
Migas 15/05/2026
Pemerintah Bantah CNG Gantikan LPG Dalam Waktu Dekat
Migas 14/05/2026
Beli dari Pertamina, Shell Kembali Jualan BBM Jenis Solar
Migas 14/05/2026
Masuk Usia 61 Tahun, Peran PGN Makin Krusial dalam Ketahanan Energi Nasional
Migas 13/05/2026
Berita Lainnya
Indonesia – Rusia Sepakat Intensifkan Rencana Kembangkan Nuklir
Energi Terbarukan 1 hari yang lalu
Sudah Masuk Pertengahan Tahun 100an Perusahaan Batubara Belum Setor RKAB Karena Sistem Kacau?
Minerba 1 hari yang lalu
Konsisten Tekan Emisi, PGE Dorong Efisiensi di Semua Lini
Panas Bumi 2 hari yang lalu
KESDM Dampingi Penyusunan RKAB, Perkuat Tata Kelola Tambang Batu Bara
Minerba 3 hari yang lalu
Indeks Berita




