Pasar Berbalik Arah, The Fed Kemungkinan Akan Menaikkan Suku Bunga
Arahan News - Valuasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) menunjukkan pergeseran signifikan, dengan meningkatnya kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember 2026. Data dari alat CME FedWatch mencatat probabilitas 25% untuk kenaikan tersebut, berbanding terbalik dengan ekspektasi pasar beberapa hari sebelumnya.
Awal Kejadian
Hanya lima hari lalu, pasar menunjukkan keyakinan bahwa langkah selanjutnya dari The Fed adalah menurunkan suku bunga, bahkan ada prediksi pemangkasan suku bunga dua kali sebelum akhir tahun. Namun, laporan pekerjaan AS untuk Mei 2026 mengubah ekspektasi tersebut, menciptakan alasan bagi The Fed untuk menunda penurunan suku bunga.
Perkembangan
Pasar keuangan global mengalami fluktuasi, dengan saham jatuh akibat harapan akan kesepakatan perdamaian di Timur Tengah yang memudar dan peringatan dari OECD mengenai potensi resesi. Suku bunga semalam di pasar antarbank juga meningkat menjadi 11% per tahun, mencerminkan perhatian investor terhadap faktor makroekonomi. Pernyataan Ketua Fed Jerome Powell yang menekankan prioritas pengendalian inflasi semakin memperjelas arah kebijakan. Gubernur Fed Christopher Waller menambahkan bahwa risiko inflasi dari konflik dengan Iran cukup signifikan, yang mengubah pandangan pasar terhadap kebijakan moneter.
Kondisi Terakhir
Reaksi pasar terhadap perubahan ekspektasi ini terlihat dalam penurunan pasar saham dan lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS 2 tahun, yang mencapai 3,89%. Pergeseran sentimen pasar dari kepercayaan terhadap pelonggaran kebijakan moneter menuju kehati-hatian terkait inflasi menandakan bahwa ekspektasi mengenai kebijakan moneter akan tetap berfluktuasi seiring perkembangan situasi geopolitik.




