Pancasila Sebagai Arah Strategis Menghadapi Gejolak Dunia
Arahan News - Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya menempatkan Pancasila sebagai pijakan strategis dalam kebijakan nasional dan hubungan luar negeri Indonesia di tengah perubahan lanskap geopolitik global.
Awal Kejadian
Pernyataan ini disampaikan dalam kuliah di Universitas Pertahanan pada Rabu, di mana Bamsoet membahas dampak ketegangan global terhadap stabilitas ekonomi dan energi nasional.
Perkembangan
Ia mengungkapkan bahwa dunia sedang beralih ke tatanan multipolar, yang ditandai dengan konflik terbuka, rivalitas ekonomi, dan persaingan sumber daya. Hal ini berimplikasi pada fluktuasi harga energi dan ketidakpastian ekonomi yang dirasakan Indonesia. Bamsoet juga menjelaskan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, khususnya dari Timur Tengah, yang membuat negara rentan terhadap gejolak global. Ketegangan antara negara-negara seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memengaruhi stabilitas harga minyak dunia.
Lebih lanjut, Bamsoet menekankan perlunya reinterpretasi prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan penekanan pada peran aktif Indonesia dalam membangun posisi strategis yang mengedepankan kepentingan nasional.
Kondisi Terakhir
Dalam menghadapi tekanan global, Bamsoet menilai penguatan ekonomi nasional sebagai kunci. Ia menyerukan implementasi nilai keadilan sosial dalam Pancasila melalui hilirisasi industri dan penguatan teknologi untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah. Ia juga mencatat bahwa perubahan pola perdagangan global dan meningkatnya proteksionisme menuntut Indonesia untuk memperkuat daya saing. Menurut Bamsoet, Indonesia memiliki peluang untuk berperan sebagai penyeimbang dalam konflik internasional, tetapi hal ini hanya dapat terwujud dengan kebijakan yang konsisten dan berbasis pada nilai-nilai Pancasila.




