Meuseuraya Festival 2025 di Aceh Dorong Wakaf Digital dan Halal Lifestyle
Sumber Foto: ANTARA News Aceh
Lifestyle

Meuseuraya Festival 2025 di Aceh Dorong Wakaf Digital dan Halal Lifestyle

Banda Aceh (ANTARA) - Meuseuraya Festival 2025 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh mendapatkan simpati dari seluruh unsur masyarakat di Aceh, terlihat dari antusias warga yang mengikuti kegiatan di hari kedua ini, Kamis.

Meuseuraya Festival 2025 yang berlangsung di Balee Meuseuraya Aceh (BMA) sejak 24-28 September 2025 telah resmi dibuka pada Rabu (24/6) malam.

Pembukaan semalam, disemarakkan dengan penampilan seni tarian kolosal ratoh jaroe, pagelaran busana Islami Aceh serta penampilan artis Aceh Lea Amelia.

Di hari kedua Meuseuraya Festival, yakni Kamis (26/9/2025). Event ini menghadirkan dua kegiatan utama, dan disiarkan langsung lewat live streaming pada akun YouTube Bank Indonesia Aceh.

Pertama, Pre Event Aceh Waqaf Summit, "Mengarusutamakan Wakaf dalam Pembangunan Aceh". Kemudian, kegiatan Halal Lifestyle Talk "Gaya Hidup Syariah di Era Digital".

Pre-Event Aceh Wakaf Summit ini merupakan salah satu agenda utama dalam kegiatan Meuseuraya Festival 2025 oleh BI Aceh sebagai bagian untuk mendorong penguatan ekonomi dan keuangan di Aceh.

Kegiatan diskusi ini diisi langsung Kepala Grup-Deks Grup Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Dr Dadang Muliawan, Reza dari Perwakilan Bappeda Aceh.

Lalu, Staf Khusus Gubernur Aceh, Dahlan Jamaluddin, dan Founder Direktur GNF/SEASIA, Akhyari Hananto.

Forum ini juga ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem wakaf, baik dari sisi regulator, praktisi, akademisi lembaga keuangan syariah dan komunitas masyarakat tentunya.

Kegiatan ini dihadiri 150 peserta dari berbagai latar belakang termasuk pengelola wakaf atau nazir, Baitul Mal, perbankan syariah, akademisi, pelaku UMKM serta tokoh masyarakat dan media.

Bank Indonesia Aceh juga memberikan souvenir kain tenun kepada peserta yang berwakaf minimal Rp20 ribu. Hasilnya diberikan kepada kantin wakaf Yayasan Wakaf Haroen Aly, Dayah Darul Quran Aceh.

Saat membuka kegiatan Pre Event Wakaf Summit ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh berharap wakaf bisa menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda Aceh, mengingat prosesnya sekarang lebih mudah berkat dukungan sistem keuangan digital.

Baca: Kolosal ratoh jaroe hingga pagelaran busana Islami semarakkan opening Meuseuraya Festival 2025

"Kami mendorong keterlibatan generasi muda Aceh dalam pengelolaan wakaf berbasis digital baik melalui aplikasi, platform crowdfunding, maupun sistem pembayaran QRIS terintegrasi," kata Deputi Kepala KPwBI Aceh, Hertha Bastiawan.

Dirinya menyampaikan, generasi muda dan teknologi digital merupakan salah satu kunci masa depan wakaf, maka dari itu keterlibatan anak muda Aceh menjadikan wakaf sebagai gaya hidup adalah sesuatu yang diharapkan.

"Wakaf harus menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang peduli, inovatif dan berdaya," ujarnya.

Dengan adanya digitalisasi, kata dia, tentunya besar harapan wakaf semakin banyak tersalurkan, khususnya melalui program-program Bank Indonesia.

Baca: BI: Pertumbuhan ekonomi Aceh masih menjadi tantangan

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Mahdi Efendi menyatakan bahwa Pemerintah Aceh terus membangun ekosistem ekonomi syariah, tidak hanya menjadi pilihan, tetapi bagian dari jati diri dan arah pembangunan Aceh.

Pemerintah Aceh, berkomitmen untuk terus mengembangkan ekonomi syariah, apalagi program ini merupakan visi besar mewujudkan Aceh islami, maju, bermartabat dan berkelanjutan.

Komitmen itu, telah tercermin dari berbagai kebijakan strategis yang telah kita jalankan, termasuk penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah, termasuk peluncuran gerakan Aceh berwakaf pada 16 Maret 2025 lalu.

"Langkah-langkah ini bukan hanya simbol, melainkan upaya nyata untuk menanamkan prinsip islam sebagai pondasi pembangunan Aceh," katanya.

Baca: Meuseuraya Festival, media edukasi dan pengembangan kreativitas Aceh

Dirinya mengajak semua pihak untuk terus menggabungkan gerakan berwakaf di Aceh secara lebih luas, dan menjadikannya bagian dari arus utama pembangunan, sehingga tidak hanya hidup di ruang terbatas, melainkan hadir dalam pembangunan Aceh yang modern dan berdaya saing.

"Dengan sinergi lintas sektor, kami percaya potensi wakaf di Aceh dapat dikelola secara lebih produktif, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," kata Mahdi Efendi.

Kemudian, Meuseuraya Festival di hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan Halal Lifestyle Talk "Gaya Hidup Syariah di Era Digital".

Halal Lifestyle Talk ini mengusung tema gaya hidup syariah di era digital. Kegiatan dibuka oleh Analisis di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Daffa Amarul.

Kegiatan halal lifestyle ini disisi oleh narasumber terbaik di bidangnya, yaitu Harmansyah, seorang halal lifestyle Creator dan Akademisi USK Banda Aceh, Ledy Mahara Ginting.

Harmansyah lebih kepada memberikan tips kepada generasi muda bagaimana menjalankan halal lifestyle dan memanfaatkan teknologi digital secara syariah dan tips lainnya.

Sedangkan, Ledy Mahara Ginting berbagi tentang trend industri halal global, pentingnya literasi halal di era digital serta tantangan digitalisasi halal yang perlu diantisipasi.

Diakhir kegiatan ini, juga dilaksanakan post test, dan peserta diberikan hadiah souvenir berupa voucher belanja Rp200 ribu untuk berbelanja di stand expo UMKM Meuseuraya Festival 2025.

Baca: Meuseuraya Festival BI Aceh 2025 dimulai malam ini, catat agendanya Rabu, 24 September 2025 12:25 WIB

Aceh memiliki kekhususan penerapan syariat Islam, ini membuat literasi ekonomi syariah Aceh memiliki potensi menjadi halal lifestyle global, dan juga menjadi percontohan bagi provinsi lainnya di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Analisis di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Daffa Amarul mengatakan bahwa tingkat literasi ekonomi dan keuangan syariah yang semakin baik di masyarakat dapat mendorong meningkatnya penggunaan produk dan layanan halal sesuai prinsip syariah, sehingga pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah berkesinambungan.

"Halal lifestyle talk ini sangat relevan dengan potensi dan kondisi di Aceh. Bukan hanya sebatas pada makanan dan minuman, tetapi juga merambah pada fashion, kosmetik hingga layanan keuangan digital," katanya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan dua perspektif yang saling melengkapi. Pertama, pengalaman nyata dari seorang halal lifestyle yang telah menekuni bidang ini, dan penjelasan secara teoritis dari akademisi yang sangat paham dan pakar di bidang ini.

Kemudian, hari-hari selanjutnya bakal diisi banyak kegiatan menarik dan bernilai edukasi tentang ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, khususnya secara digital. Terpenting, expo UMKM selalu hadir sejak pembukaan hingga berakhirnya acara nanti.

Bank Indonesia, selaku penyelenggara mengajak masyarakat untuk meramaikan Meuseuraya Festival ini, karena panitia juga menawarkan hadiah-hadiah menarik pada setiap kegiatannya. Ayo jadi bagian dari cerita besar Meuseuraya Festival 2025.

Informasi lebih lanjut mengenai agenda Meuseuraya Festival 2025 dapat diakses melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia_aceh.

Seluruh kegiatan ini juga dapat disaksikan oleh masyarakat se Aceh, karena disiarkan langsung atau live streaming lewat akun YouTube Bank Indonesia Aceh.

Besok, Sabtu, 27 September 2025, Meuseuraya Festival 2025 ini menghadirkan banyak kegiatan utama yang cukup edukatif dan menarik untuk disaksikan, mulai dari lomba masak hingga tarian daerah, di gedung BMA, yaitu:

- Demo Masak Taste of Aceh. Pukul 08.30 WIB.

- Lomba: Ranking 1 CBP Rupiah. Pukul 16.00 WIB.

- QRIS Hip Hop competition - all style dance battle. Pukul 15.00 WIB.

- Lomba Tarian Daerah. Pukul 20.00 WIB.