Menjaga Kesehatan di Tengah Kesibukan Profesional Muda
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Jadi profesional muda itu keren, tapi jujur aja… capek juga. Deadline numpuk, meeting back to back, belum lagi waktu istirahat yang sering dikorbankan demi “kerja dulu aja”. Padahal menurut World Health Organization, kurang aktivitas fisik jadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular di usia produktif.
Soal olahraga, sebenarnya nggak harus langsung daftar gym mahal kok. World Health Organization merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, yang artinya cuma sekitar 30 menit sehari selama lima hari.
Jalan cepat keliling kompleks, naik tangga kantor, atau stretching di sela kerja pun sudah termasuk langkah kecil yang berdampak besar. Urusan makan juga sering jadi “korban kesibukan”.
Laporan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan pola konsumsi makanan tinggi gula dan lemak meningkat pada usia produktif di banyak negara. Nggak heran kalau badan cepat lelah dan fokus gampang buyar kalau asupan gizinya nggak seimbang.
Belum lagi soal stres kerja yang kadang datang diam-diam. Data dari International Labour Organization menyebutkan bahwa tekanan kerja berlebih dapat berdampak pada kesehatan mental dan produktivitas.
Makanya, olahraga ringan, tidur cukup 7–8 jam, dan ambil waktu rehat tanpa gadget itu bukan kemewahan—itu kebutuhan. Pada akhirnya, healthy lifestyle itu bukan tentang punya badan sempurna atau ikut tren diet tertentu.
Ini soal menjaga energi supaya tetap stabil, pikiran tetap jernih, dan karier bisa jalan tanpa mengorbankan kesehatan. Karena karier bisa dikejar pelan-pelan, tapi kalau kesehatan sudah turun, proses bangkitnya jauh lebih berat. (RF/YPA)




