Mendagri Tito Karnavian Buka Puasa Bersama Pengungsi di Aceh Tamiang
Ringkasan Berita:
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian akan menjalani puasa hari pertama di Aceh Tamiang.
Kehadiran Tito ini sudah terkonfirmasi oleh pihak Pemkab Aceh Tamiang dan bagian dari janjinya ketika berkunjung menyerahkan bantuan kepada korban banjir pada pekan lalu.
"Bila tidak ada halangan, Mendagri akan hadir di Aceh Tamiang pada hari pertama puasa," kata Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang,
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian akan menjalani puasa hari pertama di Aceh Tamiang.
Kehadiran Tito ini sudah terkonfirmasi oleh pihak Pemkab Aceh Tamiang dan bagian dari janjinya ketika berkunjung menyerahkan bantuan kepada korban banjir pada pekan lalu.
"Bila tidak ada halangan, Mendagri akan hadir di Aceh Tamiang pada hari pertama puasa," kata Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Muhammad Farij, Rabu (18/2/2026).
Tito yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabanjir Sumatera dijadwalkan tiba di Aceh Tamiang pada Kamis (19/2/2026) sore.
Selama berada di Aceh Tamiang, mantan Kapolri ini melakukam beberapa agenda, di antaranya meninjau lokasi pembersihan yang dilakukan Praja IPDN dan buka puasa bersama para penghuni hunian sementara (Huntara) di Kampung Simpang IV, Karangbaru.
Kemungkinan Tito dan rombongan akan melaksanakam shalat tarawih dan tausyiah di Huntara Simpang IV. Dilaporkan sejwuh ini Huntara Simpang IV sudah dihuni 600 keluarga atau 1.800 jiwa.
Berdasarkan jadwal yang sudah disusun, Tito tidak hanya mengunjungi Aceh Tamiang. Rombongan ini akan sinhgah di beberapa kota, di antaranya Lhokseumawe, Bireuen dan Pidie Jaya.
Sebelumnya Tito Karnavian menyampaikan kalau Aceh Tamiang merupakan daerah yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Bentuk perhatian ini bisa dilihat dari banyaknya pejabat pusat yang hadir dan memberikan bantuan.
Untuk lebih meyakinkan, Tito menyampaikan akan menjalani puasa hari pertama bersama pengungsi di Aceh Tamiang.




