Lonjakan Harga Minyak Ubah Ekspektasi Kebijakan Moneter The Fed
Sumber Foto: KabarBursa.com
Arah Kebijakan

Lonjakan Harga Minyak Ubah Ekspektasi Kebijakan Moneter The Fed

Arahan News - Lonjakan harga minyak dunia mulai mengubah ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga menjadi lebih terbatas di tengah tekanan inflasi yang meningkat.

Awal Kejadian

Perubahan ekspektasi kebijakan moneter ini dipicu oleh kenaikan harga energi yang mendorong inflasi global tetap tinggi. Sebelumnya, pasar memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga, tetapi kini proyeksi tersebut menurun drastis menjadi sekitar satu kali atau kurang dari 25 basis poin tahun ini.

Perkembangan

Harga minyak Brent melonjak mendekati USD120 per barel sebelum turun ke sekitar USD103, jauh di atas level sebelum konflik yang berada di kisaran USD70. Kenaikan harga ini disebabkan oleh gangguan pasokan global, terutama di Selat Hormuz, yang merupakan rute distribusi minyak dunia. Ketegangan di kawasan tersebut meningkatkan volatilitas pasar energi dalam dua pekan terakhir.

International Energy Agency (IEA) merespons situasi ini dengan rencana pelepasan cadangan minyak global sebesar 411,9 juta barel untuk menjaga stabilitas pasokan. Lonjakan harga energi diperkirakan akan meningkatkan inflasi global sekitar 0,5 hingga 0,6 poin persentase serta menurunkan pertumbuhan ekonomi global sekitar 0,3 persen dalam satu tahun ke depan.

Di Amerika Serikat, inflasi inti tercatat sebesar 3,1 persen secara tahunan, lebih tinggi dari target The Fed di level 2 persen. Pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan perlambatan, dengan revisi Produk Domestik Bruto pada kuartal IV 2025 menjadi 0,7 persen.

Kondisi Terakhir

Perubahan ekspektasi ini berdampak pada pergerakan pasar keuangan global, dengan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat dan Eropa mengalami kenaikan. Investor mulai mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman. Pasar saham global mencatat tekanan, dengan indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones mengalami penurunan. Fokus pasar saat ini tertuju pada pertemuan Federal Reserve yang akan datang, di mana investor mencermati proyeksi ekonomi dan arah kebijakan selanjutnya.