Kritik Prabowo Terhadap Program 3 Juta Rumah Sebagai Momentum Koreksi Kebijakan
Arahan News - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa kritik Presiden Prabowo Subianto terhadap program pembangunan 3 juta rumah per tahun perlu dijadikan sebagai cermin untuk mengoreksi arah kebijakan pemerintah.
Awal Kejadian
Kritik Presiden Prabowo Subianto muncul sebagai respons terhadap pelaksanaan program pembangunan hunian yang menjadi salah satu janji besar pemerintah. Meskipun pemerintah berambisi untuk mempercepat penyediaan hunian nasional, tantangan dalam implementasi program tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan target yang diharapkan.
Perkembangan
Fahri menekankan pentingnya evaluasi untuk mengembalikan arah kebijakan perumahan pada prinsip ekonomi kerakyatan. Ia mengatakan kritik dari Presiden tidak terlepas dari visi besar dalam menyediakan akses hunian layak bagi masyarakat. Dalam konteks ini, Fahri mendorong kebijakan perumahan agar mengacu pada pemikiran tiga tokoh ekonomi Indonesia: Mohammad Hatta, Margono Djojohadikusumo, dan Sumitro Djojohadikusumo, yang memandang rumah sebagai hak dasar warga negara dan bagian dari martabat manusia.
Kondisi Terakhir
Presiden Prabowo menilai progres pelaksanaan program 3 juta rumah per tahun terlalu lambat dan tidak sesuai dengan target ambisius. Ia menyatakan terdapat kesenjangan besar antara target yang ditetapkan dan capaian aktual di lapangan, serta mengkritik kinerja birokrasi yang menjadi hambatan struktural dalam program tersebut.




