Ketua DPRD Kukar Desak Investigasi Kematian Bayi di Puskesmas Batuah
TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendesak adanya investigasi menyeluruh terkait meninggalnya seorang bayi berusia enam bulan asal Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Bayi tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit usai mendapat penanganan di Puskesmas Batuah.
Kasus ini mencuat setelah pihak orang tua korban melalui kuasa hukumnya membeberkan sejumlah dugaan ketidaksiapan fasilitas medis. Hal itu meliputi tabung oksigen yang diduga kosong, tidak adanya sopir ambulans saat kondisi darurat, hingga prosedur penanganan yang dinilai tidak maksimal.
Ahmad Yani menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menyayangkan jika benar pengelolaan fasilitas kesehatan di tingkat pertama tidak berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Baca Juga: Wagub Seno Aji Tanggapi Santai Wacana Hak Angket: Itu Ranah DPRD
“Bahkan itu mengecewakan karena mungkin ya itu pasti peralatannya yang medisnya itu dan seterusnya itu banyak kesalahan dan keliruan. Sehingga perlu diinvestigasi sebenarnya,” ujar Ahmad Yani di Tenggarong.
DPRD Kukar menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihaknya berencana melakukan penelusuran mendalam terkait penerapan sistem pelayanan dan standar operasional yang diberlakukan di puskesmas tersebut.
Yani menambahkan, investigasi ini penting untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam sistem pelayanan. Menurutnya, kesalahan dalam penerapan sistem medis adalah masalah serius yang tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga: Bank Indonesia Dorong UMKM Halal Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Kaltim
“Juga nanti kami DPRD juga lakukan investigasi terkait dengan kekeliruan atau kesalahan atau penerapan sistem yang ada di sana,” sambungnya.
Lebih lanjut, Yani mengingatkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana medis merupakan hak dasar masyarakat yang harus terpenuhi dengan laik. Jika ditemukan ketidaksesuaian standar, maka harus ada tindakan tegas.
Kejadian ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total terhadap seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah Kutai Kartanegara. Yani berharap perbaikan sistem segera dilakukan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
Baca Juga: Argentina's hot spot for Antarctic cruises insists it didn't cause the hantavirus outbreak
“Oleh karena itu tidak boleh lagi terjadi di puskesmas atau di tempat-tempat yang lain,” tegas politisi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti meninggalnya pasien bayi tersebut.
Related Posts
Mengapa TPS 3R Menjadi Kunci Pengelolaan Sampah Modern di Masyarakat?
Optimalisasi TPS 3R: Solusi Strategis Atasi Penumpukan Sampah di Tingkat Komunitas
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Sebut Negara 'Cuci Tangan' Atas Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN
Perkuat Ketahanan Pangan dan Iklim, FAO-UN Women Luncurkan Tahun Petani Perempuan di Labuan Bajo
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan dan Beasiswa Rp222 Juta bagi Ahli Waris Korban Puting Beliung di Sanggau




