Kebijakan WFH Sehari Dalam Seminggu Diperkenalkan untuk Efisiensi Energi
Arahan News - Pemerintah mulai mematangkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang direncanakan berlangsung satu hari dalam sepekan sebagai langkah efisiensi energi. Kebijakan ini mencuat dalam diskusi di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta.
Awal Kejadian
Pembahasan mengenai kebijakan WFH ini terjadi dalam konteks gelar griya Idulfitri 1447 Hijriah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa ini merupakan respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna.
Perkembangan
Prasetyo menekankan bahwa kebijakan ini bukanlah reaksi terhadap permasalahan pasokan energi, melainkan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya efisiensi kerja. Ia mengungkapkan bahwa pasokan bahan bakar minyak dalam kondisi aman, dan langkah ini lebih sebagai momentum untuk introspeksi dan peningkatan efisiensi.
Salah satu skema yang dibahas adalah penerapan WFH satu hari dalam seminggu, meskipun keputusan final masih dalam tahap pematangan. Prasetyo mengindikasikan bahwa kebijakan ini tidak akan berlaku secara menyeluruh, terutama untuk sektor pelayanan publik, industri, dan perdagangan.
Kondisi Terakhir
Pemerintah sedang mempertimbangkan dampak ekonomi dari kebijakan ini, terutama terhadap sektor informal yang terdampak selama pandemi. Fokus penerapan WFH dijadwalkan lebih diarahkan pada instansi pemerintahan dibandingkan sektor swasta. Prasetyo juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen Lebaran untuk mempererat silaturahmi.




