Jusuf Kalla Bunyikan Alarm Krisis, Pemerintah Didesak Segera Koreksi Arah Fiskal
Sumber Foto: Indopolitika.com
Arah Kebijakan

Jusuf Kalla Bunyikan Alarm Krisis, Pemerintah Didesak Segera Koreksi Arah Fiskal

Arahan News - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan bahwa Indonesia berada dalam tekanan ekonomi serius, yang disebabkan oleh melemahnya kepercayaan pelaku usaha dan menyempitnya ruang fiskal negara. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan Tempo pada 24 Maret 2026, dan mengindikasikan kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan.

Awal Kejadian

Kritik Jusuf Kalla terkait kondisi ekonomi sudah dimulai sebelum wawancara itu. Pada 6 Maret 2026, dalam acara buka puasa bersama di Jakarta Selatan, JK menegaskan bahwa konflik global, terutama di Timur Tengah, dapat berdampak langsung pada ekonomi Indonesia. Ia menyebutkan potensi kenaikan harga energi dan membengkaknya subsidi sebagai ancaman.

Perkembangan

Pernyataan JK diperkuat dalam laporan Radio Republik Indonesia pada 18 Maret 2026, di mana ia menegaskan kesulitan pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara di tengah perlambatan ekonomi, sementara belanja tetap tinggi. Dalam situasi ini, ia menekankan dua pilihan yang ada: pemangkasan anggaran atau penambahan utang, yang keduanya memiliki risiko.

Kondisi Terakhir

JK menyoroti bahwa kebijakan belanja negara yang agresif di tengah tekanan global berisiko menjadi alat distribusi beban, bukan solusi pemulihan. Ia juga mencatat pentingnya menjaga kepercayaan pelaku usaha, yang dapat mempengaruhi investasi, ekspansi, dan optimisme pasar. Pesan JK menekankan bahwa pemerintah perlu segera mengoreksi prioritas sebelum pasar memaksa koreksi yang lebih sulit.