Jakarta Peringkat 17 Dunia dalam Transportasi, Tarif Tetap Rp3.500
Sumber Foto: Koran Jakarta ®
Internasional

Jakarta Peringkat 17 Dunia dalam Transportasi, Tarif Tetap Rp3.500

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI menyatakan infrastruktur transportasi Jakarta kini menempati peringkat ke-17 dunia berdasarkan indikator daya saing global. Di kawasan ASEAN, posisi Jakarta disebut hanya berada di bawah Singapura dalam aspek integrasi dan konektivitas sistem transportasi publik.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur dalam paparan satu tahun kepemimpinan di Balai Kota Jakarta. Pemerintah menilai peningkatan peringkat ini merupakan hasil dari ekspansi jaringan angkutan umum dan pembenahan infrastruktur transportasi secara bertahap.

"Jakarta sekarang ini menjadi kota yang menempati infrastruktur transportasinya nomor 17 di dunia," ujar Gubernur dalam paparannya.

Ia menambahkan bahwa di tingkat ASEAN, Jakarta hanya kalah dari Singapura sementara kota-kota lain di kawasan telah terlampaui.

Ekspansi Transjabodetabek disebut menjadi tulang punggung peningkatan konektivitas lintas wilayah tersebut. Sejumlah rute baru telah dibuka mulai dari:

Alam Sutera - Blok M

Bogor - Blok M

Cawang - Bekasi

Sawangan Depok - Pondok Labu

Dalam waktu dekat, rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta akan dioperasikan dengan tarif tetap Rp3.500. Pemerintah menilai kebijakan tarif rendah ini menjadi insentif kuat agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

"Tarifnya tetap Rp3.500, padahal kalau naik Damri kurang lebih Rp50.000 - Rp60.000, naik taksi pasti di atas Rp100.000," kata Gubernur.

Ia menyebut selisih tarif tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap warga sekaligus strategi menekan biaya mobilitas harian.

Selain ekspansi rute, Pemprov juga mempertahankan kebijakan 15 golongan masyarakat yang dapat menikmati layanan transportasi gratis. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan angkutan massal sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Tolong hak saudara ini dimanfaatkan, diurus, karena bagaimanapun transportasi di Jakarta sekarang sudah jauh lebih baik," ujarnya.

Pemerintah berharap fasilitas gratis tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok yang berhak agar dampaknya terasa luas.

Di sisi infrastruktur fisik, pembongkaran proyek monorel mangkrak di kawasan Kuningan hampir selesai dan dilanjutkan dengan penataan ulang pedestrian. Pemprov juga membangun pelican crossing di Cikini serta jembatan penyeberangan orang yang menghubungkan Jakarta International Stadium dengan kawasan Ancol guna mengurai kemacetan saat pertandingan.

Gubernur menegaskan pembangunan transportasi tidak hanya berfokus pada armada dan rute, tetapi juga integrasi ruang publik dan akses pejalan kaki.