Inisiatif Pertahanan Golden Dome AS Masuki Tahap Penting
Regional
Article Rating
Staf FORUM
Inisiatif pertahanan rudal Golden Dome Amerika Serikat telah memasuki tahap penting, dengan Badan Pertahanan Rudal (MDA) meminta proposal untuk apa yang bisa menjadi sistem pertahanan dalam negeri paling canggih di dunia dari segi teknologi.
MDA telah membuka tender untuk kontrak Scalable Homeland Innovative Enterprise Layered Defense (SHIELD) dengan beberapa pemenang, sebuah rencana 10 tahun senilai 2.473 triliun rupiah (151 miliar dolar A.S.) untuk menempatkan jaringan rudal pencegat, satelit, dan sensor guna melindungi A.S. serta Sekutu dan Mitranya, demikian menurut laporan kantor berita Reuters.
Kerangka kerja SHIELD akan memungkinkan militer A.S. untuk mengeluarkan perintah tugas cepat kepada kontraktor, tanpa harus mengadakan kompetisi terpisah untuk setiap kebutuhan.
Golden Dome mengambil inspirasi dari Iron Dome Israel sebagai sistem pertahanan rudal dalam negeri, tetapi dalam skala yang sangat luas. Sistem pertahanan A.S. akan mengintegrasikan aset berbasis darat, udara, dan ruang angkasa untuk menghadapi ancaman rudal balistik, hipersonik, dan jelajah. Departemen Perang merencanakan sebuah konstelasi satelit yang mengorbit untuk deteksi dini dan pelacakan waktu nyata terhadap rudal — sebuah pembeda utama dari sistem pertahanan rudal A.S. yang ada saat ini.
“Setelah sepenuhnya dibangun, Golden Dome akan mampu mencegat rudal bahkan jika diluncurkan dari sisi lain dunia,” kata Presiden A.S. Donald Trump pada Mei 2025.
Jenderal Angkatan Ruang Angkasa A.S. Michael Guetlein, yang memimpin inisiatif ini, telah menyelesaikan cetak biru untuk program tersebut, demikian menurut laporan Bloomberg pada September 2025.
“Saya pikir tantangan teknis sebenarnya adalah membangun rudal pencegat berbasis ruang angkasa,” ungkapnya pada sebuah konferensi industri ruang angkasa pada Juli 2025, demikian menurut CNN. “Teknologi itu ada … “Saya meyakini bahwa kami telah membuktikan setiap elemen fisikanya, bahwa kami bisa mewujudkannya.”
Uji coba besar pertama Golden Dome ditargetkan pada akhir tahun 2028.
Kemajuan teknis telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. A.S. berhasil melacak rudal balistik menggunakan Long-Range Discrimination Radar (LRDR) di Clear Space Force Station di Alaska, yang bisa menjadi sensor Golden Dome. “Ini adalah uji penerbangan pertama radar tersebut dalam melacak target Rudal Balistik Antarbenua (ICBM) yang sebenarnya,” kata MDA pada Juni 2025.
LRDR adalah bagian dari sistem Ground-Based Midcourse Defense, yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas rudal pencegat di Alaska dan California guna menjatuhkan rudal yang diluncurkan oleh Iran atau Korea Utara, demikian menurut Reuters.
A.S. juga mendemonstrasikan penggunaan satelit untuk melacak rudal hipersonik, yang berpotensi menjadi komponen kunci bagi perisai orbit Golden Dome. MDA mengonfirmasi bahwa satelit Hypersonic Ballistic Tracking Space Sensor yang dikembangkan A.S. memenuhi target kinerja dalam pengujian, demikian menurut laporan situs web SpaceNews pada April 2025.
Perkembangan tersebut menegaskan kelayakan arsitektur berbasis ruang angkasa dari sistem pertahanan rudal tersebut.
Tags
Amerika Serikat / AS Teknologi Militer
Share This Article
Facebook X LinkedIn Reddit Messenger Share via Email Print




