Indonesia Siap Impor Migas US$ 15 Miliar dari AS Setiap Tahun
Sumber Foto: Tempo.co
Ekonomi

Indonesia Siap Impor Migas US$ 15 Miliar dari AS Setiap Tahun

PEMERINTAH Indonesia bakal mengimpor minyak dan gas (migas) senilai US$ 15 miliar atau Rp 253,2 triliun (kurs dollar Rp 16.883) per tahun dari Amerika Serikat. Pembelian ini masuk dalam kesepakatan dagang yang telah ditandatangani oleh kedua negara.

Rencana itu diungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers yang digelar daring, Jumat, 20 Februari 2026. “Ada kesepakatan untuk melakukan impor gas dan crude oil, nilainya US$ 15 miliar dolar per tahunnya,” ujarnya.

Dalam dokumen Agreement of Reciprocal Trade (ART), impor tersebut mencakup pembelian LPG senilai US$ 3,5 miliar; minyak mentah US$ 4,5 miliar; dan bensin hasil olahan US$ 7 miliar.

Secara total, Indonesia dan AS menyepakati perjanjian komersial senilai US$ 33 miliar atau Rp 577,1 triliun (dengan asumsi kurs rupiah 16.883 terhadap dolar AS). Mencakup, pembelian komoditas energi AS senilai kurang lebih US$ 15 miliar; pengadaan pesawat komersial serta barang dan jasa terkait penerbangan senilai kurang lebih US$ 13,5 miliar, termasuk dari Boeing; serta pembelian produk pertanian AS senilai lebih dari US$ 4,5 miliar.

Di luar kesepakatan bisnis itu perusahaan tambang emas asal AS, Freeport-McMoRan juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Indonesia. Freeport memperpanjang izin tambangnya di Indonesia sampai 2061 untuk menambah investasinya sebesar US$ 20 miliar.