Indonesia Dukung Pemulihan Gaza Melalui Dewan Perdamaian
Sumber Foto: ANTARA News
Internasional

Indonesia Dukung Pemulihan Gaza Melalui Dewan Perdamaian

Keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian semata-mata adalah demi mendorong pemulihan Jalur Gaza serta mendukung perjuangan rakyat Palestina mencapai kemerdekaan yang hakiki dalam kerangka solusi dua negara

Jakarta (ANTARA) - Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Gaza baru saja merampungkan pertemuan tingkat kepala negara perdananya di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2) waktu setempat, dengan dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump.

Pertemuan tersebut menandai kegiatan besar pertama Dewan Perdamaian setelah penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian oleh negara-negara pendirinya, termasuk Indonesia, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada 22 Januari.

Badan tersebut didirikan sebagai mekanisme internasional yang bersifat sementara berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 2803 yang disahkan pada 17 November 2025, yang mengakui Rencana 20 Poin Trump sebagai jalan pemulihan bagi Gaza setelah menghadapi agresi Zionis Israel sejak 7 Oktober 2023.

Menurut Rencana, 20 poin yang mendapat dukungan DK PBB dan menjadi dasar BoP, hak rakyat Palestina menentukan nasibnya sendiri dipandang akan dapat dilakukan setelah pemulihan kondisi di Jalur Gaza serta reformasi Otoritas Palestina membuahkan hasil.

“Dengan itu, dapat tercipta kondisi bagi terwujudnya suatu jalan yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina, yang kami akui sebagai aspirasi rakyat Palestina,” menurut salinan Rencana 20 Poin yang menjadi lampiran Resolusi DK PBB 2803.

Dewan Perdamaian dipastikan hanya akan menjadi otoritas sementara yang memantau dan mengawasi komite administrasi Palestina yang bersifat teknokratis dan bertugas menjalankan layanan umum bagi masyarakat di Gaza.

Merespons pendirian organisasi tersebut, Indonesia menyambut baik gagasan Dewan Perdamaian sebagai langkah yang selaras dengan komitmen besar RI berperan dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Presiden RI Prabowo Subianto bahkan menyebut Dewan Perdamaian sebagai “kesempatan bersejarah” untuk mencapai perdamaian di wilayah yang hancur akibat agresi Zionis Israel. Ia pun menyatakan persetujuannya memenuhi undangan Trump untuk bergabung ke organisasi itu.

Atas keputusan bergabung ke Dewan Perdamaian, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa Indonesia akan memanfaatkan keanggotaannya untuk aktif mendorong pemulihan di Jalur Gaza serta pelibatan Otoritas Palestina “sebagai bagian dari proses menuju perdamaian”.