Indeks Persepsi Korupsi 2025: Somalia dan Sudan Selatan Peringkat Teratas, Indonesia di Posisi 109
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Indeks Persepsi Korupsi 2025: Somalia dan Sudan Selatan Peringkat Teratas, Indonesia di Posisi 109

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2025 menunjukkan bahwa masalah korupsi masih menjadi tantangan serius di banyak negara di seluruh dunia. Menurut Transparency International, lemahnya kepemimpinan pemerintah dalam menegakkan hukum berkontribusi pada tingginya tingkat korupsi di berbagai negara.

Tindakan anti-korupsi yang ambisius sering kali terhambat oleh pengurangan ruang sipil yang mengancam hak-hak warga negara. Akibatnya, transparansi dan akuntabilitas pemerintah semakin menurun, yang memungkinkan praktik korupsi berkembang lebih luas. Dampak korupsi ini dirasakan oleh masyarakat, seperti kurangnya pendanaan untuk rumah sakit, infrastruktur yang tidak memadai untuk pengendalian bencana, dan hilangnya harapan bagi generasi muda.

Maira Martini, CEO Transparency International, menekankan pentingnya pemimpin yang akuntabel dan lembaga independen untuk melindungi kepentingan publik di tengah berbagai tantangan global seperti krisis iklim dan ketidakstabilan politik. Ia menyerukan agar pemerintah bertindak dengan integritas untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi warganya.

Peringkat Negara dengan Tingkat Korupsi Tertinggi

CPI memberikan peringkat kepada 182 negara dan wilayah berdasarkan persepsi terhadap korupsi di sektor publik. Skor CPI berkisar antara 0 hingga 100, di mana 0 menunjukkan tingkat korupsi yang sangat tinggi dan 100 menunjukkan tingkat yang sangat rendah. Rata-rata skor global saat ini berada di angka 42, dengan lebih dari dua pertiga negara memperoleh skor di bawah 50.

Berdasarkan laporan CPI 2025, Somalia dan Sudan Selatan mencatat skor terendah, masing-masing di angka 9, sehingga menduduki peringkat 181. Venezuela mengikuti di peringkat 180 dengan skor 10, sementara Eritrea, Libya, dan Yaman menempati posisi berikutnya dengan skor 13.

Di sisi lain, negara-negara dengan skor tertinggi, yang mencerminkan tingkat korupsi terendah, adalah Denmark (89), Finlandia (88), Singapura (84), dan Selandia Baru (81). Indonesia sendiri berada di peringkat 109 dengan skor 34, menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam menanggulangi korupsi.

Daftar 20 Negara dengan Tingkat Korupsi Tertinggi

  • Somalia - Skor: 9
  • Sudan Selatan - Skor: 9
  • Venezuela - Skor: 10
  • Eritrea - Skor: 13
  • Libya - Skor: 13
  • Yaman - Skor: 13
  • Nikaragua - Skor: 14
  • Sudan - Skor: 14
  • Guinea Khatulistiwa - Skor: 15
  • Korea Utara - Skor: 15
  • Suriah - Skor: 15
  • Afganistan - Skor: 16
  • Haiti - Skor: 16
  • Myanmar - Skor: 16
  • Burundi - Skor: 17
  • Turkmenistan - Skor: 17
  • Tajikistan - Skor: 19
  • Kamboja - Skor: 20
  • Komoro - Skor: 20
  • RD Kongo - Skor: 20
  • Guinea-Bissau - Skor: 21
  • Mozambik - Skor: 21
  • Chad - Skor: 22
  • Honduras - Skor: 22
  • Rusia - Skor: 22
  • Zimbabwe - Skor: 22
  • Kongo - Skor: 23
  • Eswatini - Skor: 23
  • Iran - Skor: 23
  • Libanon - Skor: 23
  • Bangladesh - Skor: 24
  • Afrika Tengah - Skor: 24
  • Paraguay - Skor: 24
  • Madagaskar - Skor: 25
  • Uganda - Skor: 25
  • Kamerun - Skor: 26
  • Guatemala - Skor: 26
  • Guinea - Skor: 26
  • Kirgistan - Skor: 26
  • Nigeria - Skor: 26
  • Papua Nugini - Skor: 26
  • Meksiko - Skor: 27
  • Bolivia - Skor: 28
  • Irak - Skor: 28
  • Liberia - Skor: 28
  • Mali - Skor: 28
  • Pakistan - Skor: 28
  • Gabon - Skor: 29
  • Azerbaijan - Skor: 30
  • Mesir - Skor: 30
  • Kenya - Skor: 30
  • Mauritania - Skor: 30
  • Peru - Skor: 30
  • Belarus - Skor: 31
  • Djibouti - Skor: 31
  • Mongolia - Skor: 31
  • Niger - Skor: 31
  • Turkiye - Skor: 31
  • Uzbekistan - Skor: 31