Impor 105 Ribu Pikap Agrinas Berpotensi Rugikan Ekonomi RI hingga Rp39 Triliun
Sumber Foto: Mureks
Ekonomi

Impor 105 Ribu Pikap Agrinas Berpotensi Rugikan Ekonomi RI hingga Rp39 Triliun

JAKARTA – Rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) untuk mengimpor 105 ribu unit mobil pikap guna mendukung program Kopdes Merah Putih menuai sorotan tajam. Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan langkah ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengungkapkan hasil studi lembaganya yang menunjukkan potensi kerugian ekonomi mencapai Rp39 triliun. Kerugian ini diakibatkan oleh importasi pikap tersebut. “Studi Celios mengungkap adanya potensi kerugian ekonomi Rp39 triliun karena importasi 105 ribu pick up yang dilakukan Agrinas,” ujar Bhima saat dihubungi pada Jumat (20/2/2026).

Selain potensi kerugian finansial, Bhima juga menyoroti dampak terhadap sektor ketenagakerjaan. Menurutnya, impor ini dapat menyebabkan hilangnya 330 ribu lapangan kerja. “Sementara kehilangan tenaga kerja karena bersaing dengan produsen mobil lokal sebesar 330 ribu orang,” tegasnya.

Mureks merangkum, potensi kerugian ekonomi tersebut berasal dari hilangnya potensi pendapatan masyarakat. Pendapatan ini seharusnya tercipta dari efek berganda (multiplier effect) jika produksi pikap dilakukan secara lokal. Efek berganda tersebut meliputi aktivitas pabrik, bengkel, hingga industri suku cadang yang akan terstimulasi jika produksi dilakukan di dalam negeri.