Hindari 7 Kebiasaan Toksik yang Ganggu Kebahagiaan Anda
KOMPAS.com - Banyak orang merasa sulit bahagia bukan karena masalah besar, tetapi karena kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Melansir Real Simple (24/1/2026), ada tujuh kebiasaan toksik yang dapat mengganggu kesehatan mental dan kualitas hidup.
Psikiater di Mindpath Health, Dr. Zishan Khan, MD, dan terapis Kiana Shelton, LCSW, menjelaskan bahwa kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar jika dilakukan terus-menerus.
Kebiasaan toksik yang perlu dikurangi
Berikut kebiasaan yang sebaiknya mulai dikurangi.
Bermain ponsel sebelum tidur
Kebiasaan melihat media sosial sebelum tidur membuat pikiran tetap aktif.
“Scroll tanpa henti membuat pikiran sulit tenang,” kata dr. Khan.
Ia menyarankan berhenti menggunakan layar 30 hingga 60 menit sebelum tidur. Waktu tersebut bisa diganti dengan membaca buku, menulis jurnal, atau meditasi ringan.
Kurang bergerak
Gaya hidup minim aktivitas fisik dapat meningkatkan stres dan membuat suasana hati menurun.
Khan menjelaskan bahwa olahraga tidak harus berat. Jalan kaki singkat saat istirahat kerja atau melakukan peregangan ringan sudah cukup membantu tubuh tetap bugar.
Lihat Foto
Sebagian orang merasa harus terus bekerja tanpa jeda. Shelton mengingatkan bahwa istirahat bukan sesuatu yang harus “didapatkan”.
“Tidak ada penghargaan karena melewatkan waktu istirahat,” ujarnya.
Lima menit untuk berdiri, minum air, atau menghirup udara segar dapat membantu menyegarkan pikiran.
Belanja tanpa rencana
Belanja impulsif bisa memicu stres keuangan dan rasa kewalahan. Khan menyarankan menerapkan aturan 24 jam sebelum membeli barang yang tidak penting.
Cara ini memberi waktu untuk mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.




