Harga Emas Naik Dipicu Ketegangan AS-Iran dan Imbal Hasil Obligasi
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Harga Emas Naik Dipicu Ketegangan AS-Iran dan Imbal Hasil Obligasi

KOMPAS.com- Harga emas naik pada Jumat. Kenaikan dipicu ketegangan Amerika Serikat dan Iran serta turunnya imbal hasil obligasi Eropa.

Pelaku pasar menunggu data inflasi Amerika Serikat untuk membaca arah suku bunga Federal Reserve.

Emas spot menguat 0,5 persen menjadi 5.021,31 dollar Amerika Serikat per ounce atau sekitar Rp84,85 juta per ounce pada Jumat (20/2/2026) 12.12 GMT. Secara mingguan, harga berada di jalur kenaikan sekitar 0,4 persen.

Emas berjangka Amerika Serikat pengiriman April naik 0,9 persen menjadi 5.040,10 dollar Amerika Serikat per ounce atau sekitar Rp85,16 juta per ounce.

Sebagai informasi, 1 ounce setara dengan 28,34 gram.

“Apa yang kita lihat di pasar suku bunga adalah harga lebih tinggi di jangka panjang dalam perdagangan Eropa. Itu berarti imbal hasil turun, dan itu mengurangi biaya peluang untuk memegang emas,” kata analis Quantitative Commodity Research Peter Fertig.

Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro diperkirakan mencatat penurunan mingguan kedua berturut turut.

Pasar juga diwarnai spekulasi soal kepemimpinan Bank Sentral Eropa serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Ia menyatakan jika tidak, “hal-hal yang sangat buruk” akan terjadi dalam 10 hingga 15 hari ke depan.

Goldman Sachs menyebut dalam skenario dasar, harga emas diperkirakan naik bertahap tahun ini.

Proyeksi didukung potensi peningkatan pembelian bank sentral serta tambahan eksposur investor swasta yang merespons pemangkasan suku bunga Amerika Serikat.

Pasar menanti data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures Amerika Serikat.

Indikator ini menjadi acuan inflasi Federal Reserve. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan inflasi inti naik 0,3 persen. Data dijadwalkan rilis pukul 13.30 GMT.

FedWatch Tool dari CME Group menunjukkan pelaku pasar memperkirakan bank sentral menahan suku bunga pada rapat Maret.

Emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Logam ini cenderung menguat saat suku bunga rendah karena biaya peluang memegang emas lebih kecil.