GAIKINDO Yakin Industri Kendaraan Dalam Negeri Siap Penuhi Kebutuhan Komersial
AutonetMagz.com AutonetMagz.com – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) saat ini beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi 2,5 juta unit untuk kendaraan bermotor roda empat atau pun lebih. Secara keseluruhan anggota-anggota GAIKINDO tersebut mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick-up mencapai lebih dari 400.000 unit per-tahun yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.
Siap Penuhi Kebutuhan
Kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up selama ini diproduksi oleh perusahaan anggota GAIKINDO. Kendaraan-kendaraan yang diproduksi tersebut umumnya adalah kendaraan berpenggerak 4×2, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%. Kendaraan-kendaraan komersial penggerak 4×2 atau jenis pick-up tersebut telah memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh pelosok tanah air. Adapun perusahaan anggota GAIKINDO yang memproduksi yaitu:
1. PT Suzuki Indomobil Motor
2. PT Isuzu Astra Motor Indonesia
3. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (Mitsubishi – Fuso)
4. PT SGMW Motor Indonesia (Wuling)
5. PT Sokonindo Automobile (DFSK)
6. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
7. PT Astra Daihatsu Motor
4×2 Siap, Tapi 4×4 Belum Siap?
Sedangkan untuk kendaraan berpenggerak 4×4, sebenarnya juga dapat diproduksi di dalam negeri. Namun, memerlukan waktu untuk persiapan produksinya. Selama beberapa tahun belakangan ini, penjualan kendaraan bermotor dalam negeri mencatat angka penjualan dibawah 1 juta unit dalam kurun waktu satu tahun. Namun, angka ekspor kendaraan bermotor dari Indonesia ke-93 negara mencapai lebih dari 518.000 unit.
Terkait dengan rencana impor dari India, Putu Juli Ardika selaku Ketua Umum GAIKINDO mengatakan keyakinan GAIKINDO bahwa perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ” Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya, diantaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,”.




