FTUP Dorong Pemberdayaan Masyarakat Lewat Pengelolaan Limbah di Pasir Eurih
Arahan News - Jakarta (ANTARA) - Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) memberdayakan masyarakat di Desa Wisata Pasir Eurih dengan pengelolaan limbah hasil industri dengan prinsip yang diyakini yaitu "Mengubah Limbah Menjadi Rupiah".
Dari Limbah anorganik industri sepatu rumahan menjadi bahan baku sekunder untuk pembuatan produk seni griya dan konblok dengan penggunaan mesin pencacah.
Kepala Prodi Teknik Mesin Univeraitas Pancasila yang juga Ketua Pengabdi Wina Libyawati mengatakan Kebutuhan dan keinginan dari industri kecil makanan ringan dan pembuatan sepatu di Desa Wisata Pasir Eurih adalah pengelolaan limbah
Desa Wisata Pasir Eurih sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Bogor yang memberdayakan masyarakat menjadi mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat hasil kolaborasi Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Pancasila.
Kegiatan pengabdian tersebut telah berhasil diselesaikan di tanggal 20 Februari 2026.
Tinggi nya kesadaran industri kecil tersebut mendorong tim pengabdian untuk berfokus kepada limbah Anorganik yang sulit didaur ulang yaitu limbah spons sepatu.
Pengelolaan limbah spons sepatu dilakukan dengan cara konvensional yaitu merubah wujud manjadi material yang dapat didaur ulang dan/atau ditimbun dalam tanah.
Hasil evaluasi dari Tim pengabdian dari Progam Studi Teknik Mesin dan Teknik Industri menunjukkan limbah spons sepatu lebih tepat untuk diolah menjadi material daur ulang untuk produk seni kriya dan bahan dasar Konblok.
Sehingga teknologi yang dibutuhkan adalah alat pencacah spons sepatu untuk mencapai ukuran hasil cacahan, dimana hasil tersebut dapat dilelehkan pada suhu berkisar antara 90-150 °C.
Rangkaian kegiatan pengabdian terdiri dari perwujudan alat pencacah limbah spon sepatu, penerapan alat, dan keberlanjutan. Perwujudan alat dilakukan dengan memberdayakan mahasiswa dan industri kecil untuk proses perancangan dan manufaktur alat.
Alat yang telah diproduksi dilakukan uji fungsi dan kinerja dengan siklus kerja mendekati beban kerja industri kecil di Desa Wisata Pasir Eurih. Kegiatan penerapan alat dilakukan dengan menghibahkan alat kepada industri kecil.
Keberlanjutan kegiatan pengabdian memiliki peluang peningkatan potensi manfaat berupa bimbingan pengolahan limbah anorganik secara menyeluruh sampai dengan menjadi produk komersial.




