Evaluasi Wacana WFH Satu Hari untuk Menekan Konsumsi BBM
Arahan News - Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna meminta pemerintah mengevaluasi wacana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai target efisiensi yang ditetapkan pemerintah perlu dikaji ulang agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Awal Kejadian
Ateng mengungkapkan bahwa penekanan beban subsidi energi menjadi kebutuhan mendesak di tengah tekanan harga minyak global dan ketidakpastian geopolitik. Namun, kebijakan yang diambil harus berdasarkan perhitungan yang matang dan tepat sasaran.
Perkembangan
Ateng menilai bahwa kebijakan WFH satu hari belum tentu efektif dalam menurunkan konsumsi BBM. Ia menyebutkan adanya potensi pergeseran aktivitas dari mobilitas kerja menjadi mobilitas non esensial. Tanpa pembatasan aktivitas seperti pada masa pandemi, masyarakat tetap akan melakukan perjalanan. Bahkan, jika kebijakan diterapkan mendekati akhir pekan, hal ini berpotensi meningkatkan mobilitas ke luar kota. Selain itu, Ateng juga menyoroti dampak ekonomi yang mungkin terjadi, terutama bagi pelaku usaha kecil di sekitar pusat kerja.
Kondisi Terakhir
Ateng menegaskan bahwa biaya operasional akan bergeser ke rumah tangga, seperti peningkatan konsumsi listrik, sehingga efektivitas kebijakan WFH dalam konteks penghematan energi patut dipertanyakan. Ia mendorong pemerintah untuk memperketat penyaluran BBM bersubsidi dan membatasi penggunaannya untuk kendaraan dengan kapasitas mesin besar. Percepatan reformasi skema subsidi juga dinilai penting agar bantuan energi tepat sasaran.




