Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11% Didorong Konsumsi Rumah Tangga
JAKARTA, KOMPAS. TV - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen secara kumulatif (year on year/yoy).
BPS mencatat, secara nilai, produk domestik bruto (PDB) Indonesia 2025 atas dasar harga konstan tercatat Rp13.580,5 triliun, sedangkan atas dasar harga berlaku mencapai lebih dari Rp21 ribu triliun.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah tantangan eksternal.
“Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurut dia, pertumbuhan Indonesia lebih tinggi dibandingkan proyeksi ekonomi global.
Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya memperkirakan ekonomi dunia hanya tumbuh sekitar 3,3 persen, sementara negara berkembang sekitar 4,4 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi terbesar terhadap PDB.
“Komponen dengan distribusi terbesar adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 53,8 persen dan pertumbuhannya pada tahun 2025 sebesar 4,98 persen,” ujar Amalia.
Peningkatan mobilitas masyarakat, belanja restoran dan hotel, transaksi digital, hingga aktivitas wisata mendorong daya beli tetap kuat sepanjang tahun.
Data BPS juga mencatat transaksi online tumbuh 12,2 persen, serta kenaikan penggunaan uang elektronik, kartu debit, dan kredit.
Selain konsumsi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 5,09 persen. Realisasi investasi dalam negeri dan asing yang dicatat BKPM bahkan meningkat dua digit.
Sementara itu, ekspor menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen, didorong kenaikan permintaan CPO, besi baja, mesin, hingga ekspor jasa pariwisata.
Dari sisi produksi, industri pengolahan kembali menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi, diikuti sektor perdagangan, pertanian, serta informasi dan komunikasi.
“Dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom,” tutur Amalia.
Beberapa sektor mencatat lonjakan signifikan, seperti jasa perusahaan yang tumbuh 9,10 persen dan transportasi-pergudangan 8,78 persen seiring meningkatnya perjalanan masyarakat.
Secara spasial, seluruh wilayah Indonesia mencatat pertumbuhan positif. Pulau Jawa dan Sulawesi bahkan tumbuh di atas rata-rata nasional, masing-masing 5,30 persen dan 6,23 persen.




