DPR Dukung Produksi Mobil Koperasi Dari Industri Otomotif Dalam Negeri
Arahan News - RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VII DPR RI menegaskan, industri otomotif dalam negeri mampu memenuhi pengadaan 105.000 mobil niaga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), dinilainya tidak perlu capek-capek mengimpor mobil 'pick-up' 4x4 dari India.
Pernyataan tegas ini, diungkapkan anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah. Keputusan impor mobil pick-up senilai Rp24,66 triliun, menurutnya, perlu dikaji mendalam.
"Berharap pemerintah mempertimbangkan kemampuan industri otomotif dalam negeri. Karena, industri otomotof dalam negeri terbukti mampu memproduksi kendaraan niaga ringan,” kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, kapasitas produksi otomotif nasional telah mencapai 2,5 juta unit per tahun per Februari 2026. Kuota produksi ini sangat memenuhi kebutuhan Kopdes Merah putih yang hanya di kisaran 100 ribuan unit.
"Ada dampak besar jika pemenuhan kebutuhan kendaraan niaga ringan dari pabrikan lokal. Di mana, ada dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang jauh lebih besar bagi masyarakat,” ucap Kaisar.
Kemudian, Kaisar menuturkan, Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam memproduksi kendaraan niaga tangguh. Yaitu, mulai dari menciptakan kendaraan model legendaris hingga unit produksi lokal terbaru.
Ia menilai penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar masalah teknis. Melainkan, keberpihakan pada lapangan kerja dan penguatan industri komponen lokal sesuai kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Jika pemerintah memilih mobil pick-up produksi dalam negeri, maka ini akan membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran. Serta mendukung kebijakan penguatan industri nasional," ujar Kaisar.
Diberitakan sebelumnya, kontrak niaga Rp24,66 triliun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mencakup, pengadaan 105.000 unit kendaraan. Yakni, pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih itu dari dua produsen otomotif asal India.
Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok Mahindra & Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors. Yaitu, erdiri dari 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
PT Agrinas Pangan Nusantara mengaku, tengah mengimpor 105.000 unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional KDKMP. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, pengiriman mobil-mobil tersebut dilakukan secara bertahap.
"Sebanyak 200 unit mobil pick-up dari Mahindra tiba di Indonesia, sampai akhir bulan ini (target) sudah 1.000 unit. Tahun ini kita usahakan bisa sampai semua, yang Mahindra dan Tata juga," ujar Joao dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia membeberkan, pertimbangan membeli kendaraan dari India. Hal itu, dikarenakan faktor harga dan kemampuan industri dalam negeri untuk melakukan pengadaan dalam jumlah yang besar.
Joao menyebut, harga pick-up 4x4 yang ada di pasaran Indonesia relatif mahal. Menurutnya, harga yang ditawarkan produsen India lebih kompetitif sehingga menghemat penggunaan APBN.
"Dengan mengambil dari India, itu kita menjadi jalan tengah, jadi adil menggunakan biaya anggaran APBN ini secara bijak. Karena kita beli dengan harga yang hampir setengahnya lebih murah daripada produk-produk yang ada di pasaran Indonesia," ucap Juao.




