DPR Ajak Masyarakat Hormati Puasa dan Hindari Pamer Makan di Depan Umum
Sumber Foto: Liputan6.com
Sosial

DPR Ajak Masyarakat Hormati Puasa dan Hindari Pamer Makan di Depan Umum

Perbesar

Tanya apapun tentang artikel ini...

Cari

Paling sering ditanyakan

Apa imbauan Ketua Komisi VIII DPR bagi masyarakat yang tidak berpuasa?

Bagaimana sikap DPR terkait sweeping rumah makan saat Ramadan?

Mengapa tindakan sweeping terhadap rumah makan tidak dianjurkan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang mengimbau masyarakat yang tidak berpuasa Ramadan agar menjaga etika, dan tidak memamerkan aktivitas makan atau minum di depan umum secara berlebihan.

“Kita juga harap bagi yang tidak berpuasa, tidak perlu pamer. Kalau makan, ya makan saja lah. Jangan sampai menimbulkan emosi,” kata Marwan dalam kegiatan reses Komisi VIII di Kantor Pemerintah Kota Batam, Jumat (20/2/2026).

BACA JUGA: DPR Ancang-ancang Bahas RUU Pemilu

Dia menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian Agama agar organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak melakukan sweeping, terhadap rumah makan atau restoran yang tetap buka pada siang hari selama Ramadan.

Menurutnya, ibadah puasa merupakan kewajiban personal umat Islam yang harus dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan, bukan dengan cara memaksakan kepada orang lain.

“Kita kira-kira begini ya, yang namanya puasa ini ibadah. Tidak semua orang puasa. Ada yang memang tidak ada kewajiban bagi dia untuk berpuasa. Jadi saling menghargai saja,” ujar Marwan.

Ia menilai, tindakan sweeping terhadap rumah makan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan gesekan sosial. Sebab, tidak bisa dipastikan bahwa setiap orang yang makan di siang hari adalah orang yang wajib berpuasa.

“Nah, sweeping ini tentu belum tentu dapat dipastikan orang yang makan di situ orang yang puasa. Karena itu, sweeping ini tidak baik. Itu bisa kontraproduktif dalam membangun harmoni di tengah masyarakat kita,” tegasnya.

Marwan juga mengingatkan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa agar tidak mudah terpancing emosi. Ia mengajak masyarakat menjadikan tantangan selama Ramadan sebagai bagian dari ujian keimanan.

“Kalau ada yang makan, ya sudah. Anggap saja itu menambah kekuatan iman kita dan bertambah pahala. Semakin banyak tantangan, semakin kuat kita menahan diri, semakin banyak pahalanya,” lanjut Marwan.

DPR

Ramadan

Sorot

Trending Terkini

Advertisement

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Ramadan

Simak Artikel Lain Tentang Ramadan Lihat Semua

Momentum Ramadan 1447 H Dongkrak Akuisisi Nasabah Perbankan

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan? Ini Penjelasan Lengkapnya Menurut Ulama

Kapan Boleh Puasa Syawal? Pahami Waktu, Niat dan Keutamaannya untuk Raih Pahala Setahun Penuh

Ajang Nurdin, Yacob BillioctaTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan