Dompet Digital: Gaya Hidup Baru Generasi Z
MIX.co.id – Gen Z tidak lagi melihat dompet digital sebagai alat bayar alternatif, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle) mereka.
Siapa pun penyedia layanan yang mampu mengintegrasikan hiburan, seperti gaming, dengan kemudahan transaksi dalam satu klik, dialah yang akan memenangkan pasar dalam dekade ini.
Hal itu dilontarkan Andi Sukma, Executive Director Ipsos Indonesia, terkait tren penggunaan dompet digital (e-wallet) di kalangan generasi muda saat ini.
“Preferensi pengguna kini berakar pada keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan. Bukan lagi soal siapa yang paling dikenal, melainkan siapa yang paling mampu hadir di setiap titik sentuh kehidupan finansial masyarakat secara mulus yang terintegrasi,” ujar Andi dalam keterangan pers, Senin (23/2), di Jakarta.
Studi terbaru Ipsos Indonesia bertajuk ‘Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape’ menunjukkan, dompet digital semakin terintegrasi dalam berbagai kebutuhan transaksi finansial harian, di mana mayoritas masyarakat menggunakan dompet digital untuk belanja online (86%), pembelian makanan dan minuman (77%), pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet (69%) dan transfer ke rekening bank (68%).
Keputusan Generasi Z (Gen Z) memilih dompet digital dipengaruhi oleh beberapa faktor; yakni aspek kepraktisan (57%) dan dompet digital yang menawarkan bebas biaya administrasi untuk berbagai transaksi (49%). Selain itu, fleksibilitas penggunaan yang bisa di berbagai merchant (48%) juga menjadi faktor penentu.
Sementara itu, penggunaan dompet digital oleh Gen Z pada kategori gaming dan layanan digital menjadi area yang semakin menarik untuk ditelusuri.
Kategori ini mencakup top-up game, pembelian in-game items, hingga kebutuhan pulsa dan paket data, merepresentasikan gaya hidup Gen Z yang serba cepat dan always-on.
Dalam konteks ini, dompet digital tidak lagi sekadar alat pembayaran, melainkan enabler utama yang menyediakan akses cepat 24/7 untuk mendukung konsumsi digital yang real-time dan tanpa hambatan.
Metode pembayaran yang mampu mengikuti ritme konsumsi digital menjadi faktor penentu dalam preferensi pengguna, terutama Gen Z. Data menunjukan bahwa untuk kebutuhan top-up game, ShopeePay memimpin dengan 46%, diikuti Dana 28%, GoPay 19%, dan Ovo 4%.
Ditinjau dari persepsi kemudahan proses top-up, ShopeePay kembali unggul dengan 54%, kemudian disusul Dana 22%, GoPay 19%, dan Ovo 5%.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa faktor ease of use menjadi determinan utama dalam kategori kebutuhan hiburan seperti gaming dan layanan digital, di mana kecepatan dan kesederhanaan alur transaksi memiliki dampak langsung terhadap pengalaman pengguna.
Terkait dengan para pemain dompet digital di Indonesia, merujuk pada riset yang sama, ShopeePay menjadi merek yang paling pertama diingat atau Top of Mind, dipilih oleh 41% responden, disusul Dana (26%), GoPay (23%), Ovo (8%), dan lainnya (2%).
Pada indikator dompet digital yang digunakan dalam 3 bulan terakhir, ShopeePay menduduki peringkat paling tinggi dengan persentase 91%, disusul dengan GoPay (67%), Dana (67%) dan Ovo (44%).
Sementara pada indikator jumlah frekuensi transaksi menggunakan dompet digital per bulan, responden rerata melakukan 23 kali transaksi per bulan menggunakan ShopeePay, disusul oleh Ovo, GoPay, dan Dana.
“Peta persaingan dompet digital di tahun 2025 telah berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi,” imbuh Andi.




