Bupati Buleleng: Pembangunan Titik Nol Singaraja untuk Aspirasi Masyarakat
Buleleng, Bali (ANTARA) - Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyatakan pembangunan titik nol Kota Singaraja ditujukan untuk melayani masyarakat yang ingin mengajukan aspirasi ke kantor bupati setempat.
"Salah satu pembangunan yakni penataan lobi kantor bupati juga akan di desain menjadi tempat menerima tamu/masyarakat ketika ingin 'mesadu' (menyampaikan aspirasi)," kata Sutjidra ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan titik nol Kota Singaraja, Jumat.
Ia mengatakan, pengerjaan proyek itu sudah berlangsung dan kini dilakukan "ground breakingnya".
Melihat pengerjaan yang cukup lancar, Bupati optimistis penataan titik nol Kota Singaraja akan tuntas sesuai dengan rencana.
“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya kami menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja. Anggarannya dari bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp25 miliar dengan pengerjaan selama 150 hari kalender,” kata dia.
Disinggung terkait pro kontra, Sutjidra mengakui sikap pro dan kontra dari masyarakat akan penataan titik nol Kota Singaraja pasti terjadi dan merupakan hal biasa.
Namun demikian, pihaknya meyakini program penataan kawasan bersejarah di Kota Singaraja berdampak positif untuk masyarakat, terutama untuk menjaga nilai-nilai sejarah.
"Penataan nanti juga menyasar Puri. Semua bangunan bersifat 'heritage' dengan tidak ada lagi tembok-tembok tinggi. Lobi Bupati juga akan dikembalikan seperti dahulu menjadi tempat menerima tamu dan untuk kegiatan masyarakat untuk mesadu atau berdiskusi,” kata dia.




