BRI Salurkan KUR Rp178 Triliun, Sektor Pertanian Jadi Juara
fin.co.id - Pasar keuangan tanah air kembali bergejolak setelah raksasa perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), mengungkap data yang bikin geleng-geleng kepala. Di tengah isu perlambatan permintaan pembiayaan secara nasional, emiten bersandi saham BBRI ini justru tancap gas pol. Tidak tanggung-tanggung, sepanjang tahun 2025, bank ini sukses menyalurkan kredit yang menyentuh angka ratusan triliun rupiah!
Fenomena ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa perputaran uang di sektor riil masih sangat panas. Investor dan pelaku usaha kini sedang memelototi strategi agresif bank yang identik dengan segmen wong cilik ini. Lantas, sektor mana yang sebenarnya menjadi ladang emas dan motor penggerak utama hingga mampu mencetak angka yang fantastis? Simak ulasan detailnya di bawah ini!
Pertanian Dominasi Penyaluran KUR, Nilainya Fantastis!
Hingga penghujung Desember 2025, BRI tercatat sudah mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,78 triliun. Angka jumbo ini terserap oleh sekitar 3,8 juta debitur yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Menariknya, sektor pertanian keluar sebagai jawara dan kontributor paling besar dalam ekosistem pembiayaan ini.
Data menunjukkan bahwa sektor pertanian menyedot modal sebesar Rp80,09 triliun. Jika kita hitung, porsi tersebut setara dengan 44,97% dari total seluruh pinjaman KUR yang disalurkan perusahaan. Hal ini semakin mengukuhkan posisi bank ini sebagai tulang punggung (backbone) ketahanan pangan dan agribisnis nasional. Bagi Anda yang melirik sektor pangan, pergerakan dana ini menjadi indikator penting betapa kuatnya fundamental ekonomi domestik di akar rumput.
Peran Strategis di Tengah Dinamika Ekonomi Dunia
Tentu bukan tanpa tantangan, kondisi ekonomi global yang fluktuatif sempat membuat industri perbankan ngerem. Namun, manajemen bank pelat merah ini justru mengambil langkah sebaliknya. Mereka memilih tetap ekspansif dan menjadi motor intermediasi yang sangat krusial bagi UMKM dan berbagai sektor produktif lainnya.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan nasional. Dalam konferensi pers kinerja keuangan yang digelar Kamis (26/2/2026), beliau menyampaikan bahwa peran strategis sangat diperlukan agar ekonomi tetap berputar kencang.
"Untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, BRI mengambil peran strategis," tegas Hery Gunardi di hadapan para awak media dan analis.
Banjir KPR Subsidi, Target 60.000 Unit Rumah di Depan Mata!
Bukan cuma menyasar para petani dan pedagang kecil, bank ini juga bergerak masif di sektor properti, khususnya rumah subsidi. Melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), perusahaan sukses menyalurkan dana sebesar Rp16,6 triliun hingga akhir tahun 2025. Dana tersebut membantu lebih dari 18.000 penerima manfaat untuk memiliki hunian impian mereka.
Ambisi besar pun sudah dipatok untuk tahun 2026. Perseroan merasa sangat optimistis sanggup menyalurkan pembiayaan rumah subsidi hingga 60.000 unit. Lonjakan target yang gila-gilaan ini tentu membawa angin segar bagi industri konstruksi dan bahan bangunan, sekaligus memperluas jangkauan inklusi keuangan di sektor perumahan rakyat.
Dukungan Sosial dan Penguatan Ekonomi Desa
Langkah nyata perusahaan tidak berhenti pada kredit komersial semata. Bank ini aktif memperkuat koperasi melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, mereka tetap setia menjalankan fungsi sebagai penyalur berbagai bantuan sosial (bansos) non-tunai, termasuk paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.




