BKKBN Maluku dan TNI Tanam Mangrove untuk Lindungi Pantai Negeri Lama
Sumber Foto: Tribun Maluku
Sosial

BKKBN Maluku dan TNI Tanam Mangrove untuk Lindungi Pantai Negeri Lama

Ambon, Tribun Maluku: Pagi itu, Jumat (20/02/2026), suasana pesisir pantai Desa Negeri Lama Kecamatan Baguala Kota Ambon terasa berbeda. Langit cerah, angin laut berembus pelan, dan langkah-langkah penuh semangat dari para peserta Jumpa Berlian (Jumat Pagi Bersih Lingkungan) mengarah ke bibir pantai. Bukan sekadar berkumpul, mereka datang membawa harapan-harapan yang ditanam dalam bentuk mangrove.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebuah gerakan yang mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Setelah sebelumnya membersihkan kawasan pesisir di tempat yang sama, kini para peserta kembali dengan misi baru: menanam mangrove, menjaga pantai, dan merawat masa depan.

Suasana kebersamaan begitu terasa. ASN dari BKKBN Provinsi Maluku, Penyuluh KB/PLKB Kota Ambon, serta anggota TNI dari Koramil 1504-01 Baguala dan masyarakat setempat bekerja berdampingan. Tangan-tangan mereka kotor oleh lumpur, namun wajah mereka memancarkan kepedulian dan kebanggaan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si turut hadir dan menanam mangrove bersama peserta lainnya. Dengan penuh harap, beliau menyampaikan bahwa mangrove yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh kuat dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Penanaman ini bukan hanya tentang pohon. Ini tentang perlindungan bagi kampung-kampung pesisir, tentang menjaga rumah bagi ikan dan biota laut, tentang memastikan anak-anak di masa depan masih dapat melihat pantai yang indah dan aman.

Mangrove dikenal sebagai benteng alami pantai. Akar-akarnya yang kuat mampu menahan abrasi dan meredam gelombang besar. Ia juga menjadi rumah bagi berbagai makhluk laut, menjaga kualitas air, serta mencegah air laut merembes ke daratan. Bahkan, mangrove membantu bumi dengan menyerap karbon dan memperlambat dampak perubahan iklim.

Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan sekadar tanaman, ia adalah pelindung, sumber kehidupan, dan simbol harapan.

Melalui Jumpa Berlian ini, nilai gotong royong kembali dihidupkan. Setiap lubang yang digali, setiap bibit yang ditanam, menjadi wujud nyata kepedulian. Bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu orang, melainkan tanggung jawab bersama.

Di pesisir Negeri Lama pagi itu, bukan hanya mangrove yang ditanam. Ada harapan, kepedulian, dan komitmen untuk menjaga bumi demi hari ini, dan demi generasi yang akan datang.