BI: Outlook Negatif Moody's Tidak Cerminkan Kekuatan Ekonomi RI
Sumber Foto: republika.co.id
Ekonomi

BI: Outlook Negatif Moody's Tidak Cerminkan Kekuatan Ekonomi RI

Kinerja ekonomi domestik tetap solid.

Rep: Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha

Foto: Dok. Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta (28/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Moody’s Ratings mengubah outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, dan mempertahankan sovereign credit rating Baa2. Menanggapi hal itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai outlook tersebut tidak menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia lemah.

“Penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia,” ungkap Perry dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga

Kejagung Buka SP3 KPK, GP Anshor: Korupsi Tambang Berdampak Langsung ke Masyarakat

MG Umumkan Harga Tiga Varian MGS5, Dibanderol Mulai Rp354,9 juta

Moody’s Tahan Rating Indonesia Baa2, Tapi Outlook Berubah Jadi Negatif

Perry menerangkan, di tengah tingginya gejolak dan ketidakpastian global, kinerja ekonomi domestik tetap solid. Terbukti dari rilis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen, sehingga secara keseluruhan tahun 2025 ekonomi tumbuh 5,11 persen.

Di samping itu, inflasi juga tetap terjaga di kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen. Realisasi inflasi Indonesia pada 2025 diketahui tercatat sebesar 2,92 persen. Stabilitas nilai tukar rupiah juga terus diperkuat.

“Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah. Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

BI menilai, pernyataan Moody's mengafirmasi rating Indonesia pada Baa2 mencerminkan ketahanan ekonomi yang tetap kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang stabil dan solid, serta didukung oleh kekuatan struktural termasuk sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan, yang menopang prospek pertumbuhan jangka menengah.

Afirmasi rating Indonesia juga didukung oleh kredibilitas kebijakan moneter dan kehati-hatian fiskal yang terjaga, yang mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Sementara itu, BI memandang, revisi outlook dipengaruhi oleh pandangan Moody's akan risiko dari penurunan kepastian kebijakan, yang apabila berlanjut dapat berimplikasi terhadap kinerja perekonomian.

Moody's memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada kisaran 5 persen dalam jangka pendek hingga menengah, dengan ketahanan ekonomi yang terjaga. Moody's menilai, defisit fiskal diperkirakan tetap akan berada di bawah 3 persen dari PDB, sementara kebijakan moneter dipandang akan terus mendukung stabilitas inflasi.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

Advertisement

outlook ekonomi

Moody’s

peringkat kredit Indonesia

Kemenkeu

ekonomi Indonesia

investment grade

APBN

pertumbuhan ekonomi

bank indonesia

bi

Berita Terkait

Ekonomi - 9 jam yang lalu

Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah Melemah Mendekati Rp 17.000

Ekonomi - 10 jam yang lalu

BI Tetapkan Maksimal Penukaran Uang Baru Rp 5,3 Juta per Orang

Ekonomi - 13 jam yang lalu

Rupiah Makin Dekat Level 17.000, BI Tegaskan Terus Jaga Stabilitas

Ekonomi - 03 March 2026, 13:50

Mengapa Inflasi Tahunan Februari 2026 Melonjak? Ini Penjelasan BI

Ekonomi - 03 March 2026, 13:29

Perang Iran vs AS-Israel Memanas, BI Waspadai Dampaknya ke Ekonomi Indonesia

Ekonomi - 03 March 2026, 07:30

Trump Ungkap Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Hingga Empat Pekan, Harga Minyak Makin Naik?

Ekonomi - 02 March 2026, 12:10

Antisipasi Gejolak Timur Tengah, BI Pasang ‘Kuda-Kuda’ Jaga Stabilitas Rupiah

Ekonomi - 01 March 2026, 18:15

Penutupan Selat Hormuz Ganggu Pasokan Minyak, Dampaknya Bisa Sampai Dapur Rumah Tangga

Berita Lainnya

Ekonomi - Rabu , 04 Mar 2026, 22:07 WIB

Ramadhan Dorong Lonjakan Transaksi, TikTok–Tokopedia Perkuat Strategi Discovery Commerce

Ekonomi - Rabu , 04 Mar 2026, 22:04 WIB

GoTo Cairkan Bonus Hari Raya Ojol, Anggaran Capai Dua Kali Lipat

Ekonomi - Rabu , 04 Mar 2026, 21:42 WIB

Hadapi Lonjakan Pemudik, Pertamina Lubricants Perluas Titik Layanan di Jalur Mudik

Ekonomi - Rabu , 04 Mar 2026, 21:00 WIB

Tinjau Akses Bandara Singkawang, Menko AHY Dorong Penguatan Infrastruktur Perbatasan

Ekonomi - Rabu , 04 Mar 2026, 20:55 WIB

Klaim Penyakit Kritis Allianz Life Tembus Rp 600 Miliar Sepanjang 2025