Airlangga Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,6% pada 2026
JAKARTA, KOMPAS. TV - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 bisa menembus 5,4–5,6 persen.
Airlangga menyebut target itu sebagai pijakan menuju target jangka menengah 8 persen. Fondasi ekonomi domestik yang kuat, kata dia, membuat Indonesia siap “lepas landas” di tengah perlambatan global.
Ia menuturkan di saat ekonomi dunia diproyeksikan stagnan di kisaran 3 persen oleh International Monetary Fund, World Bank, dan Organisation for Economic Co-operation and Development, Indonesia justru mencatat pertumbuhan 5,11 persen secara tahunan.
Momentum tersebut akan dijaga melalui penguatan konsumsi, investasi, belanja pemerintah, serta program prioritas nasional.
“Pertumbuhan ekonomi ditargetkan di tahun 2026 sebesar 5,4 persen dengan potensi hingga 5,6 persen,” kata Airlangga dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026), dipantau dari tayangan Breaking News KompasTV.
Ia menjelaskan, sektor pertanian, industri pengolahan/manufaktur, digitalisasi, dan energi akan menjadi penopang utama.
Sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan 3 juta rumah juga diproyeksikan mendorong permintaan domestik dan penciptaan lapangan kerja.
“Belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik serta menjadi shock absorber terhadap risiko perlambatan ekonomi,” terangnya.
Selain itu, investasi tercatat tumbuh 5,9 persen dan belanja modal pemerintah melonjak 44,2 persen. Ekspor juga naik 7,03 persen, ditopang manufaktur dan pariwisata.
Airlangga mengatakan kombinasi reformasi struktural, pembiayaan non-APBN, serta pendalaman pasar keuangan akan mempercepat akselerasi ekonomi nasional.




