Wali Kota Mojokerto Buka Musrenbang Kelurahan, Paparkan Arah Pembangunan 2027
Sumber Foto: Pemerintah Kota Mojokerto
Arah Kebijakan

Wali Kota Mojokerto Buka Musrenbang Kelurahan, Paparkan Arah Pembangunan 2027

KOTA MOJOKERTO — Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan pada Selasa (20/1). Pada hari yang sama, Musrenbang digelar di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Prajuritkulon, Kelurahan Mentikan, dan Kelurahan Meri.

Musrenbang kelurahan menjadi forum untuk menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan tahun 2027. Dalam kunjungannya, Wali Kota menekankan pentingnya partisipasi warga agar arah pembangunan selaras dengan kebutuhan dan prioritas daerah.

Musrenbang untuk rencana pembangunan 2027

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa Musrenbang yang berlangsung saat ini tidak membahas program tahun berjalan maupun tahun 2026, melainkan perencanaan pembangunan tahun 2027.

“Yang sedang kita musyawarahkan hari ini adalah pembangunan tahun 2027. Oleh karena itu, seluruh usulan harus disesuaikan dengan tema dan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Tema pembangunan 2027 dan tiga fokus utama

Untuk tahun 2027, Pemerintah Kota Mojokerto mengusung tema Meningkatkan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya melalui Daya Saing Sektor Unggulan Daerah. Tema tersebut merupakan penjabaran visi misi Wali Kota yang tertuang dalam Peraturan Daerah tentang RPJMD dengan inti Panca Cita.

Ning Ita menjelaskan tiga poin utama dalam tema pembangunan 2027, yaitu:

  • Penguatan ketahanan ekonomi. Menurutnya, perekonomian global belum sepenuhnya stabil akibat dinamika geopolitik dunia dan dampaknya dapat dirasakan negara berkembang, termasuk Indonesia. “Kita tidak berada di blok manapun, namun ketika negara-negara besar mengalami gejolak, dampaknya tetap bisa dirasakan. Karena itu, ketahanan ekonomi harus terus diperkuat,” katanya.
  • Ketahanan sosial budaya. Wali Kota mengajak masyarakat memperkuat nilai gotong royong, guyub rukun, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ia menilai warisan sejarah Majapahit yang melekat di Kota Mojokerto menjadi modal untuk memperkuat sektor sosial, budaya, dan pariwisata.
  • Peningkatan daya saing sektor unggulan daerah. Ia menyebut sektor unggulan Kota Mojokerto meliputi UMKM, industri kecil menengah (IKM) alas kaki, serta sejarah dan seni budaya warisan Majapahit. Ketiganya diharapkan menjadi penggerak pembangunan ekonomi dan sosial budaya masyarakat.

Warga diminta mengajukan usulan prioritas

Dalam forum Musrenbang, Ning Ita mendorong masyarakat menyampaikan usulan yang benar-benar prioritas dan selaras dengan sembilan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan. Ia juga menjelaskan, usulan yang belum terealisasi pada tahun-tahun sebelumnya umumnya terkendala keterbatasan anggaran atau adanya program lain yang lebih mendesak.

“Musrenbang adalah forum musyawarah. Semua bisa menyampaikan pendapat, didiskusikan bersama, lalu kita sepakati sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran,” ujarnya.