Wakil Rektor II Resmikan FGD Penyusunan Rencana Strategis FAH: Menyongsong Transformasi Kebijakan Strategis
UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) pada Rabu, 26 November 2025. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., yang juga menjadi keynote speaker dalam diskusi tersebut. Prof. Tedi didampingi oleh Dekan FAH, Dr. H. Dedi Supriadi, S.Ag., M.Hum., dan Wakil Dekan II, Dr. Samsudin, M.Ag.
Dalam pemaparannya bertema “Arah dan Kebijakan Pengembangan UIN Sunan Gunung Djati Bandung”, Prof. Tedi menekankan pentingnya forum ini sebagai langkah awal dalam merumuskan arah pembangunan fakultas untuk lima tahun ke depan. Ia menyampaikan, “Rencana strategis harus menjadi dokumen yang hidup, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.”
Prof. Tedi menjelaskan bahwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat ini dalam fase akselerasi menuju perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang unggul dan berstandar internasional. Oleh karena itu, kebijakan universitas harus fokus pada digitalisasi layanan, transformasi tata kelola, penguatan mutu akademik, serta efisiensi penggunaan sumber daya. Dalam konteks ini, FAH diharapkan dapat berkontribusi dalam penguatan nilai humaniora, literasi budaya, narasi kebangsaan, moderasi beragama, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan digital.
Prinsip Penyusunan Rencana Strategis
Prof. Tedi menggarisbawahi sejumlah prinsip penting dalam merumuskan Renstra FAH, antara lain:
- Keselarasan dengan Renstra UIN SGD Bandung.
- SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dan terukur.
- Efisiensi dan akuntabilitas anggaran.
- Berbasis data (evidence-based planning) mulai dari tracer study, data akreditasi, kinerja dosen, hingga kebutuhan mahasiswa.
- Kolaboratif dan partisipatif dengan melibatkan semua unsur fakultas.
- Adaptif dan futuristik dalam menghadapi tren digital humanities, AI, big data, dan literasi baru.
Enam Area Strategis Penyusunan Renstra
Dalam penyusunan Renstra, Prof. Tedi menekankan enam area strategis yang perlu diperhatikan:
- Penguatan Akademik dan Kurikulum: Kurikulum yang responsif terhadap digital humanities dan kebutuhan pasar kerja.
- Tata Kelola dan Layanan Administrasi yang Efisien: Implementasi layanan berbasis aplikasi untuk meningkatkan efisiensi.
- Sumber Daya Manusia: Optimalisasi kinerja dan insentif berbasis kinerja.
- Kemahasiswaan dan Alumni: Penguatan literasi digital dan jejaring alumni.
- Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat: Fokus pada riset unggulan dan publikasi bereputasi.
- Infrastruktur dan Teknologi: Penyediaan ruang belajar modern dan digitalisasi arsip.
Di akhir penyampaiannya, Prof. Tedi berharap FAH dapat menjadi model fakultas humaniora yang unggul dan berkontribusi signifikan bagi visi universitas. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berkolaborasi dalam membangun tata kelola yang efektif dan iklim akademik yang produktif.
Proses penyusunan Renstra diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan perubahan nyata di FAH. Dengan dokumen strategis yang dihasilkan, diharapkan dapat memberikan panduan kerja yang aplikatif dan mampu menjawab tantangan pengembangan humaniora di era digital.




