Tuna Sirip Biru, Ikan Termahal Dunia, Tiba di Gorontalo
Arahan News - Daging ikan tuna sirip biru (bluefin tuna). FOTO: DARILAUT.ID
Darilaut – Ikan tuna sirip biru (bluefin tuna) didaratkan di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo, pada Minggu (22/2) sore.
Salah satu jenis ikan termahal di dunia, lebih khusus di pasar lelang tuna di Jepang itu, ditangkap dengan menggunakan pancing di Laut Maluku.
Ikan dengan berat total 230 kg tersebut hasil tangkapan nelayan, pada Jumat (20/2)
Setelah diturunkan dan dibersihkan isi perut, insang dan bagian ekor, tuna sirip biru dibawa ke lapak penjualan di jalan Kalimadu.
Karena ukuran boks penyimpanan berpendingin tidak muat, ikan ini dipisahkan atau dipotong bagian daging, kepala, rahang dan tulang.
Setelah itu, ”ada yang telepon untuk membeli ikan tuna ini secara utuh,” kata Nasir Yusuf, pengelola lapak penjualan ikan dan memiliki kapal penangkap ikan yang beroperasi di Teluk Tomini.
Tapi ikan ini sudah loin atau pemisahan potongan daging utuh tebal, serta bagian lainnya.
Kalau masih utuh akan dibeli. ”Ada yang tawar kalau masih utuh,” ujar Nasir.
Nasir yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam penjualan dan penangkapan ikan mengatakan ada yang beda tuna sirip biru dengan jenis tuna lainnya. Daging tuna sirip biru berlemak.
Ismail Daud yang bekerja di lapak ikan menceritakan pengalamannya membuat loin tuna, ini sangat berbeda dagingnya. Juga kulit yang keras dan tebal.
Halaman 1 dari 2
1 2
Tags: Bluefin Tuna gorontalo Tuna sirip biru
Bagikan31 Tweet19 Kirim Kirim
Previous Post
Berbagai Kendala Implementasi Program Makan Bergizi Gratis
Next Post
Badai Tropis Urmil Terbentuk Dekat Vanuatu
Postingan Terkait
Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang
19 Juni 2026
703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah
18 Juni 2026
Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka
Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit
BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah
Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina
Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi
Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Dekat Guam




