Taiwan dan AS Perkuat Kerja Sama Internasional di Bidang Mineral Kritis
“Mineral Kritis” belakangan ini menjadi isu yang menjadi perhatian utama negara-negara di dunia. Dalam Dialog Kemitraan Kesejahteraan Ekonomi Taiwan-AS (EPPD) ke-6 yang digelar baru-baru ini, kerja sama di bidang mineral kritis juga dimasukkan ke dalam agenda.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan mengemukakan, dialog tersebut membuahkan hasil yang signifikan. Oleh karena itu, Taiwan dan Amerika Serikat (AS) akan melanjutkan kerja sama erat dengan para mitra internasional utama dalam isu mineral kritis, guna bersama-sama membangun rantai pasok yang aman dan tangguh.
Departemen Luar Negeri AS menyelenggarakan “Pertemuan Tingkat Menteri tentang Mineral Kritis”, dengan mengundang perwakilan dari berbagai negara untuk berpartisipasi. Juru Bicara MOFA, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) menyatakan, Taiwan dan AS pada pekan lalu menggelar EPPD. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas isu-isu seperti rantai pasok AI dan mineral kritis, serta menandatangani Deklarasi Era Keemasan Silikon dan Pernyataan Bersama Kerja Sama Keamanan Ekonomi Taiwan-AS.
Jubir Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, “Berdasarkan hasil dialog ini, kedua belah pihak ke depannya akan terus mendorong pendalaman kerja sama dengan para mitra internasional utama dalam isu mineral kritis, dengan tujuan bersama-sama membangun rantai pasok yang aman dan tangguh.”
Mitra internasional utama selain AS juga mencakup Kanada dan Australia. Taiwan dan Kanada melalui berbagai jalur dialog dalam beberapa tahun terakhir, hampir selalu membahas isu pertambangan dan mineral kritis. Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) juga kerap menyampaikan harapannya agar ruang lingkup kerja sama Taiwan-Kanada dapat diperluas ke bidang mineral kritis saat bertemu dengan pejabat Kanada.
Sementara itu, terkait Australia Jubir Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) menjelaskan bahwa Taiwan dan Australia telah membangun mekanisme pertukaran yang substantif dan saling menguntungkan melalui platform “Pertemuan Konsultasi Energi dan Mineral”. Pertemuan tahun lalu berfokus pada isu-isu seperti pasokan gas alam, kerja sama hidrogen, mineral kritis, serta investasi baterai, dan kedua pihak juga memperpanjang penandatanganan MoU di Bidang Energi dan Mineral Taiwan-Australia, sehingga semakin memperkuat fondasi kerja sama bilateral.




