Seruan Padjadjaran: Ratusan Guru Besar Unpad Soroti Kebijakan BoP dan ART
Arahan News - Ratusan Guru Besar dan civitas akademika Universitas Padjadjaran mengeluarkan seruan resmi yang menyoroti kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya terkait keanggotaan dalam Board of Peace (BoP) dan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pernyataan ini dirilis di Bandung pada 5 Maret 2026.
Awal Kejadian
Seruan akademik ini muncul bersamaan dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil di depan Gedung DPR RI. Mereka menuntut evaluasi terhadap keanggotaan Indonesia dalam BoP dan pembatalan ART, yang dianggap dapat merugikan kepentingan nasional.
Perkembangan
Dewan Profesor Universitas Padjadjaran menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia sesuai dengan amanat konstitusi. Dalam seruan tersebut, mereka menyampaikan kecaman terhadap agresi militer Israel terhadap Iran dan menyerukan agar Pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap pelanggaran kemanusiaan. Seruan ini juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat untuk melakukan kajian kritis terhadap dampak ART dan keanggotaan dalam BoP.
Kondisi Terakhir
Ketua Dewan Profesor, Prof. Dr. Atwar Bajari, menyatakan bahwa jumlah penandatangan seruan ini terus bertambah, mencatat 172 Guru Besar dan 52 anggota civitas akademika yang telah menandatangani hingga 6 Maret 2026. Ia berharap gerakan serupa dapat muncul di komunitas akademik lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kedaulatan negara dan hubungan internasional.




