Serangan Iran ke Negara-Negara Teluk: Respons Terhadap Agresi AS dan Israel
Arahan News - Iran melancarkan serangan balasan yang meluas ke sejumlah negara Teluk sebagai respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Awal Kejadian
Serangan dimulai dengan ledakan keras yang terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab, dan ibu kota Qatar, Doha, selama tiga hari berturut-turut hingga Senin (2/3/2026). Iran menargetkan aset-aset milik Israel dan AS dalam serangan ini.
Perkembangan
Di Kuwait, suara dentuman dan sirene juga terdengar, dengan asap terlihat membumbung di dekat Kedutaan Besar AS. Otoritas Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian besar drone Iran, meskipun insiden serius tetap terjadi, termasuk jatuhnya beberapa jet tempur AS. Rekaman menunjukkan sebuah pesawat jatuh sementara pilotnya sempat melontarkan diri. Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan bersama pihak AS, dan seluruh awak berhasil dievakuasi dalam kondisi stabil. Di Qatar, juru bicara Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa negara tersebut berhasil mencegat serangan yang menyasar infrastruktur sipil, termasuk bandara internasional.
Kondisi Terakhir
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk “pertahanan diri” terhadap agresi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah pembalasan terhadap agresi Amerika.




